Feeds:
Posts
Comments

Kesadaran berkendaraan

Saya masih ingat, matanya melebar dan mulutnya yang terbuka lebar membentuk huruf O, seolah menggambarkan ketidak  percayaanya ketika tahu saya tidak bisa naik motor ataupun mobil dan tidak berusaha untuk belajar. Lalu setelah lepas dari keterkejutannya, dia menanyakan bagaimana saya bisa survive selama ini dan tidaklah saya berfikir jika suatu hari nanti kalau punya anak dan tidak ada siapa-siapa sementara anak perlu segera dibawa ke dokter terus saya tidak bisa kemana-mana. Saat itu, belum booming transportasi yang dipesan online. 

Waktu itu, saya menjawab bahwa tanpa bisa mengendarai apapun, selama ini ga merasa mobilitasnya terbatas. Mungkin selama punya orang2 tersayang, punya teman, punya kaki, punya uang, saya akan baik-baik saja. Terus kalau pengandaian itu terjadi (semoga sih engga), saya kan punya tetangga, atau telpon untuk menghubungi taksi/sodara/teman, atau saya bisa berjalan membopong anak sambil nyari kendaraan lewat, masa GA ada orang yang terenyuh bantu. 

Pernah sih merasa ga nyaman karena ga bisa mengendarai kendaraan apapun pas lagi di daerah yang susaaaah banget transportasi umum jadinya nebeng temen terus. Tapi ga bikin pengen bisa juga .___.’ karena masih ada opsi mamang2 bentor langganan yang nganterin atau klo jauh yaa seringnya yaudah sih naik taksi aja.  
Kalau ditanya kenapa saya malas belajar mengemudikan kendaraan baik motor/mobil/bis/truk karena saya pengennya dianter jemput sama orang-orang tersayang. Cewe manja banget siih saya. Bukan cuman itu saya cewe yang penakut! Menghadapi kesemerawutan jalanan rasanya mengerikan, rasanya kalaupun memberanikan diri, saya akan memacu kendaraan 10km/jam dan menguji kesabaran kendaraan dibelakang saya hahaa. Belum lagi kendaran yang tiba2 muncul secara ajaib dari tikungan ๐Ÿ˜ฆ belum  si saya susah membedakan kiri-kanan dan suka ga tau jalan dan disorientasi arah @___@. Belum lagi kalau tiba-tiba terdistraksi ga fokus sama jalan didepan dan rambu2. Duh, kayanya daripada membahayakan diri sendiri dan juga berpotensi membahayakan  orang lain,  paling aman yaaa saya jadi penumpang aja yang tau-tau udah nyampe aja ke tujuan. 

Terusnya, pas disini, seneeeng bangeeet saya ketemu saya banyak orang (rerata cewe2 manjah) yang ga punya skill mengemudi, bukan cuman dari Indonesia, tapi dari berbagai negara dan slooow ajaaa ga pada pengen belajar, hahaa.. Dan komentar yang telah lalu udah ga relevan lagi. Kalau transportasi publiknya bagus; ga punya kendaraan sendiri dan ga bisa mengemudi pun ga masalah^^ dan kalaupun jalan pun enak, menyebrang pun nyaman  ๐Ÿ™‚ 

Mengemudi bukan hanya sekedar bisa, tapi bagaimana kesadaran menjaga keselamatan diri. Seringkali ada berita anak2 remaja yang kehilangan nyawanya di jalan. Bisa sih bisa berkendara, tapi belum sepenuhnya sadar untuk menjaga emosi, tertib berambu-rambu, dsb.

Makanya, aturan terkait dengan berlalulintas disini, sangat tegas dan ketat. Termasuk bukan hanya yang berkendaraan, pejalan kakipun. Jadi meski kebanyakan jalan di jerman ga ada batas maksimal kecepatan untuk kendaraan, karena orang- orangnya udah sadar hukum, sadar keselamatan dirinya juga orang lain tingkat kecelakaan lalulintasnya rendah. Buat dapet driving licence itu selain susaaaah, mahal pula. Kadang biayanya bisa lebih mahal daripada beli mobilnya, karena diwajibkan ambil kelas mengemudi dulu sebelum ditest.  

Nah, ada cerita, baru-baru ini dari temen saya yang asli Jerman.  Si temen abis pulang mabuk, sepedanya dituntun karena ada aturan kalau lagi mabuk ga boleh berkendara apapun bahkan kata dia jalanpun  gaboleh kalau lebih dari 2% kandungan alkohol di tubuh. Tapi karena udah deket, sekitaran 150m dikayuhlah sepedahnya, taunya ada polisi yang lewat dan dia diperiksa kadar alkoholnya yang hasilnya sekitar 1.8 lebih dari 1.6%. Selain dia kena denda 150euro (didiskon dari 250 karena masih pelajar). Terus harus bayar dokter pula yg ditelpon malem2 buat ngecek darahnya si temen. Udah gitu dia kalau pindah alamat harus lapor ke polisi, dan ga boleh mabuk lagi selama 6 bulan, habis 6 bulan sewaktu-waktu bisa ditelpon sama polisi dan harus langsung dateng ke kantor polisi terdekat buat dicek kandungan alkohol di rambut dan darahnya dan hasilnya harus ga ada kadar alkoholnya. Makanya selama 6 bulan ini, dia berhenti sama sekali minum2an beralkohol.  Karena kalau nanti pas ditest lagi ga lulus test urusan bakalan ribet dan panjang juga mahal. Salah satunya dia harus ke psikiater buat tau kenapa ada malah sama alkohol dan ikut terapinya dengan biaya sendiri. 

Terus giliran si saya yang terkejut denger penjelasan si teman

Tapi kan…

“Cuman naik sepeda. Seribet itu?” Tanya saya

Sama aja. Sepeda. Mobil. Motor. Stratanya sama. 

Karena kalau kamu bersepeda pas mabuk, bisa jadi kamu melakikan hal yang sama ketika mengemudi motor atau mobil.

Adab Menuntut Ilmu #1

KELAS MATRIKULASI BATCH #4
INSTITUT IBU PROFESIONAL 
โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜

Senin, 15 Mei 2017

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih  dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU 
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
โ˜˜ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah โ€œcahayaโ€ yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c.Menghindari sikap yang โ€œmerasaโ€™ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

โ˜˜ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
โ˜˜ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :

Turnomo Raharjo,

Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,

2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

Tanya jawab

  • Mungkinkah fasilitator salah ketik pd point b dlm subjudul ADAB TERHADAP GURU? karena rasanya janggal saat mencerna kalimat selanjutnya. “Hendaknya penuntut ilmu mendahului guru menjelaskan atau menjawab pertanyaan”, jd rancu saat dilanjutkan dg kalimat, “jangan pula. (Pupu P)

Jawaban :

Revisi karena terjadi kesalahan dalam pengetikan: utk bagian Adab Terhadap Guru pada poin B, yang benar adalah

*Hendaknya penuntut ilmu Tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilnu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberika  guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya* ๐Ÿ™ โœ…

  • Bagaimanakah cara menjaga adap di poin “adap PD diri sendiri” untuk sll bergegas mengutamakan Wkt dlm menuntut ilmu dan mengutamakan nya , sedangkan ada tugas yg belum terselesaikan seperti mengurus anak2, dan misalkan masak , melayani suami, anak rewel dll. Mana yg harus diutamakan ketika dihadapkan dg permasalahan seperti itu?  (Eva YS)

Jawaban :

Bunda bisa setting prioritas karena kemuliaan keluarga adalah yang utama, jadi ketika ada kewajiban terhadap anak dan suami, maka alangkah baiknya jika keluarga terlebih dahulu yang diprioritaskan, inshaAllah menuntut ilmu caranya banyak. Apalagi dengan perkembangan dan kemudahan teknologi saat ini. 

  •  Pada bab Adab terhadap sumber ilmu, disebutkan bahwa tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika kita sedang mempelajari. Bisa dijelaskan lebih lanjut kah maksudny bagaimana? (Bunda Lina)

Jawaban :
Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang dipelajari. Contoh nya: menyimpan buku diatas meja/dialasi saat digunakan, merawat buku dengan baik2 tidak melipat kertas/halaman buku saat kita akan menadai/batas halaman tapi dengan cara menyelipkan pembatas buku.

  • Pada materi adab terhadap guru point c,yang intinya hendaknya meminta keridhoan guru / ijin guru dalam menyebarkan ilmu yg didapat kepada orang lain baik lisan atau tulis. Dalam hal ini bagaimana kalau kita berbagi ilmu yg kita dapat dalam kelas matrikulasi ini kepada suami kita? Trimakasih (Wahyu EP)

Jawaban :

Tidak masalah bunda, yang lebih dimaksud dipoin ini adalah ketika me-repost materi2 yang guru berikan sebaiknya disertai dengan sumbernya, tidak hanya copas tanpa sumber. Malah bagus apabila bunda bisa share materi ke suami, karena biar satu visi dan suami mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh bunda. 

  • Assalamu’alaikum , maaf MB sy mau menanyakan kendala Ttg nhw ,Sy masih bingung untuk menggunakan , mengerjakan dan melaporkanny , mohon bantuanny MB (MB Yulita)

Jawaban :

๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š๐Ÿ”Š

๐Ÿ”ฐ FAQ TEKNIS PENGUMPULAN NHW 

1. Apakah NHW itu?

โžกNHW (Nice Homework) adalah tantangan mingguan yang dikerjakan oleh peserta matrikulasi. NHW berupa beberapa pertanyaan yang bisa merangsang bunda-bunda untuk lebih kritis kepada diri sendiri, tidak ada benar atau salah dalam jawaban yang bunda berikan

2. Di mana saya harus membuat NHW? ๏ƒ  cara membuat & melaporkan dengan memberi tautan ke link google form ๏ƒ  link menyusul nanti akan disertakan pada saat NHW dipublish

 โžกNHW dapat dibuat di  :

– notes Facebook

– tulisan di blog

– google docs

– Ms office (word/excel) yang di upload ke gdrive

-bagi yang merasa isi NHW rahasia dan tidak ingin dipublish bisa diemail ke fasilitator.

  •  Sebagai ibu, dimana ibu adalah Madrasah pertama bagi anak2nya, seorang Ibu merupakan satu-satunya tempat anak bertanya, terutama anak pra sekolah. Apabila seorang anak bertanya hal-hal yang belum diketahui jawaban pastinya oleh si Ibu, bagaimana Adab nya?  (Devi)

Jawab :

Sebagai seorang bunda, kita juga tidak bisa mengerti semua hal, untuk mensiasati hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat project dengan putra/putri , untuk sama2 mencari tahu jawabannya. 

  •  Sebagai seorang Ibu yang sedang menuntut ilmu kembali, ditengah hiruk pikuk urusan rumah tangga sebagai Ibu, dan Istri. Bagaimana Adab menuntut ilmu nya? Mana yang harus diutamakan terlebih dahulu, antara keinginan untuk menuntut ilmu dan menjalankan urusan rumah tangga?   (Devi)

Jawab :

Sama seperti pertanyaan sebelumnya, kemuliaan keluarga adalah hal yang lebih utama. Akan tetapi kita nanti akan belajar bagaimana mengatur waktu agar bisa menuntut ilmu dan urusan rumah tangga bisa diatasi.

  •  Bagaimana Adab meminta bantuan Pasangan dalam hal membantu kita selama menuntut Ilmu, karena sebagai Ibu yang sedang menuntut ilmu, pasti membutuhkan support dari pasangan.

Jawaban : 

Seperti saya juga pada saat untuk memutuskan untuk sekolah lagi atau mengikuti program belajar di IIP, saya pertama meminta ijin dl, dan meminta support pengertian suami. Tetapi tetap, sesibuk apapun kita mencari ilmu maka kemualiaan keluarga (anak dan suami) didahulukan. Kalau suami dan anak sudah protes, brarti ada yang salah dalam proses belajar kita, entah dari menajemen waktu atau hal lainnya

  •  Adab Diri Sendiri poin (a), bagian “mau membersihkan hati pada hal2 yg buruk”, saya masih memiliki kesulitan di keseharian terhadap hal ini. Saya merasa, krn saya sudah terbiasa “negative thinking” terhadap sesuatu, sehingga ketika ada suatu kejadian apapun yg menimpa atau ketika melihat seseorang bersosialisasi, saya reflek berpikiran negatif thd kejadian/orang tsb. Dan memulihkan kebiasaan ini atau ketika saya mencoba memperbaiki nya dg menumbuhkan pikiran yg positif, saya merasa butuh waktu dan usaha yg sangat besar. Hal ini membuat saya sering mudah kecewa dan sedih krn merasa saya bukan orang yg baik. Sampai saat ini pun, utk membiasakan “positive thinking” ini saya masih dibantu suami. Ketika saya bercerita mengenai hal ini kpd org yg lbh berpengalaman, mereka bilang hal ini wajar dan sebaiknya ketika pikiran buruk datang, bs langsung istighfar dan berusaha tidak memikirkan pikiran buruk itu lagi. Yg ingin saya tanyakan, apakah ada usaha2 yg bs saya lakukan utk bs mempercepat perubahan kebiasaan buruk saya yg sudah mengakar ini? (Anonymous)

Jawaban:

Yang menyebabkan bunda menjadi berpikir negative seperti apa?.

Apa seperti ini?

Saya pernah merasa di sebuah fase dimana saya merasa menjadi orang yang gagal, apalagi ketika melihat sosmed teman2 kita yang lebih jauh di atas , saya jadi minder. Tapi fasa itu sudah lewat. Karena saya terus berfikir bahwa tiap orang itu unique, setiap orang punya “masanya”, Tuhan paling tau rencanaa yang terbaik. Saran lain yang bisa dicoba, perbanyak kesibukan dengan kegiatan yang positif2, berkumpul dengan komunitas atau orang-orang yang positif juga. 

  •  Bagaimana menumbuhkan komitmen untuk belajar sampai selesai? Jujur saya mengalami kesulitan untuk berkomitmen mempelajari hal baru sampai selesai. Padahal sudah pasang target dan sudah menyiapkan semua materi seperti buku, video, dll, tp di tengah perjalanan saya suka bosan dan kemudian meninggalkan rencana saya utk belajar tsb. (Anonymous)

Jawab: bisa jadi apa yang dipelajari memang bukan passion  bunda. Karena tidak semua hal dimana orang lain baik, akan baik untuk diri kita. Pelan2 temukan apa yang menjadi passion kita, cara indikator yang mudah adalah menggunakan 4E

Easy : mudah untuk mengerti hal yang dipelajari

Enjoy : saat kita melakukan hal tersebut kita bisa lupa waktu saking menikmati

Excellent : performnya baik dalam melakukannya

Earn: bisa menghasilkan karya ataupun materi

NICE HOMEWORK (NHW)

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Akhlaqul karimah atau berakhlak  yang baik

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Berakhlak yang baik itu ilmu yang berbuah amal. Jadi bukan sekedar ilmu di tataran teoritis, hanya hafal sifat-sifat yang baik tapi lebih kepada praktek  yang terus menerus dilakikan dari hari ke hari sampai akhir hayat.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Bukhari muslim, Rasulullah bersabda 

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik

Seringkali terfikir kok Muslim tapi perilakunya ga  mencerminkan ajarannya yaa. Maka saya jadi bercermin, jangan-jangan-jangan  selama ini saya termasuk ke dalam golongan tersebut. Padahal tinggal di negara yang sebagian besar penduduknya tidak mengenal islam, maka prilaku saya menjadi cerminan islam kalau ada yang melenceng atau tidak sesuai, orang akan beranggapan memang seperti itulah islam.

Dakwah bil hikmah, saya rasa sangat efektif. Karena orang akan dengan mudah menilai seseorang dari akhlak yang dimiliki  dan mudah tersentuh oleh nilai-nilai kebaikan. Begitupula jika mempunyai anak, anak bagai spons yang menyerap dan mencontoh prilaku disekelingnya. Jika ingin mempunyai   anak yang berakhlak  yang baik orang tauanya harus mencontohkan akhlak yang baik pula.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

– Mentadaburi Al-Quran dan hadits

– Membaca kisah Rasulullah, sahabat dan tabiin untuk memberi gambaran bagaimana mereka berprilaku

– Menetapkan targetan akhlak baik yang ingin dipupuk untuk kemudian dipraktekkan.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Dimulai dari adab pada diri sendiri untuk selalu meluruskan niat.
*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Bedanya kuliah di Indonesia sama di Jerman: tugas2 itu ga mempengaruhi nilai sama sekali. Cuman jadi prasyarat buat ikutan ujian. Ada juga yang prasyaratnya itu lulus laboratorium. Dan semua prasyarat ini NGABISIN WAKTU BANGET!

Terus ketika semua proses dijalani, belum tentu BISA lulus ujian dengan mudah. Karena soal ujian belum tentu berasal dari tugas-tugas. Malah kadang ga ada hubungannya sama sekali sama ujian. Contohnya karena ujiannya ujian lisan, jadi yang ditanyain tentang teori/basic understanding sementara latihan itu gimana asal muasal rumus sama cara pake rumusnya. Jadi ngerjain tugas tidak sama dengan persiapan buat ujian =(

Tadinya, udah seneng ajaa nemu mata kuliah yang setidaknya udah pernah ngambil waktu kuliah dulu kala jadii ga perlu tergopoh-gopoh ngerjain tugas sama ngikutin kuliahnya.  Tapi ternyataaaa.. Aku hanya berhalusinasi pernah kuliah dulu… Hampir semua bahasan tampak baru, bikin tambah kerutan di dahi =(. Rumus-rumusnya ga masuk di logikaku, susah dibayanginnya, udah gitu harus dibuktikan seperti cinta @____@ langsung nyungsep.

Teorinya sih 10 jam buat ngerjain tugasnya. Tapi udah tiga hari full berkutat sama tiga soal dalam satu lembar soal latihan belum kelar-kelar. Udah baca beberapa buku referensi, seharian dari jam 10 pagi sampe 7 malem (dipotong makan siang dan minum kopi) ngerjain bareng dua orang temen hasilnyaaa belum ada satu soalpun yang selesai. Tetep ajaa dueeeng =( padahal persyaratan ikut ujian itu 50% soal latihan yang dikerjakan HARUS bener. Terus masih ada dua excercises dari mata kuliah lain yang berbeda. Jadi setiap minggunya hanya berkutat dari soal latihan ke soal latihan yang lain. ๐Ÿ˜ฆ

Atulaaaah…. Kesel dan sebel sama diri sendiri karena  lamaaaa berkutat dengan soal2 tapi ga beres-beres. Padahal,padahal pengeeen bangeeet liat  pesta kembang api di festival musim semi. Huhuuu.. Dekeeet juga tempatnya, cumannya sampe ditutup festivalnyapun, belum pernah sekalipun kesana.

Dungdungdungduuuung

Berhubung kemarin habis nonton film dari studio Ghilbi, saya jadi nonton lagi film whisper of heart. 

Cerita tentang Shizuku yang suka banget baca. Buku-bukunya dipinjam dari perpustakaan, tapi setiap buku yang dipinjam selalu ada namanya Seiji Asamawa. Sampai dia seneng gitu pas minjem buku yang ga ada namanya Seiji Asamawa karena berarti dia membaca buku lebih dulu =D

Selain gila membaca, Shizuku juga suka menulis lirik lagu. Ketika pada akhirnha Shizuku mengenal Seiji, Shizuku baru tahu jika selama ini Seiji sengaja meminjam buku terlebih dahulu untuk menarik perhatiannya. Karena selama ini, meski sering duduk bersebelahan atau berpapasan di perpustakaan, Shizuku tidak pernah menyadari kehadiran Seiji. Namun saat Shizuku juga tertarik pada Seiji yang jago membuat dan memainkan biola, mereka harus berpisah karena Seiji harus pergi ke Italy agar bisa menjadi pembuat biola yang handal. Pada saat berkenalan dengan Seiji, Shizuku merasa ga punya bakat dan impian seperti Seiji yang sudah tau kedepannya ingin menjadi apa. Nah, kegalauan Shizuku semakin menjadi ketika berpisah untuk berusaha menemukan dan mengasah bakat yang ada di dalam dirinya. 

Pas adegan ini, ikut nangis, hiks…

Terus untungnya Kakeknya bijak, ga apa-apa katanya seharusnya ga usah berharap hasilnya perfek kalau buat pertama kalinya ๐Ÿ™‚  harus banyak latihan dipoles lagi. Terus kakeknya ngasih batu yang berharga buat Shizuku.

It’s special kind of rock called a goede. There are pieces of raw emeralds deep inside of them. But they need to be cut and polished first. When you first become an artist you are like that rock. You are in a raw natural state with hidden gems inside. You have to dig down deep and find emeralds tucked away inside you. And that’s just beginning. Once you found your gems you have to polish them. It takes a lot of hardwork.

Oh and here’s a tricky part: Look at the crack in the goede. You see that a big green crystal there? You could spend years polishing that and it wouldn’t be worth much at all. The smallers crystals are more valuable and there maybe some even deeper inside that we can’t see which are even more precious.

Dan saya masih aja, kaya dulu, yang masih mempertanyakan

what if i look inside myself and I don’t find any gems?

what if i’m just a rock?”

Tapi tak seperti Shizuku. 

Saya tak pernah berusaha mencoba.

Apalagi mencoba menyambut matahari terbit bersama๐ŸŒž

Nonton Layar Tancep

Setiap tahunnya, Stuttgart Annimation Festival diselenggarakan diantara bulan April dan Mei. Tahun kemarin, hanya sekedar lihat keramaian tapi tidak memberanikan diri untuk menonton karena temperatur yang masih dibawah 10 derajat padahal ada film Litte prince yang pengen bangeeet saya tonton =(

Untuk tahun ini karena diselenggarakan di awal bulan Mei dari tanggal 2-7, temperatur sudah mulai hangat, setidaknya diatas 10 derajat saya dan teman-teman ikut menonton salah satu film yang diputar secara gratis di taman kota atau sloรŸplatz =) Sebetulnya ada juga acara yang berbayar, tapi menonton filmnya di bioskop yang tak jauh dari taman kota.

Tiap hari, taman kota menjadi lebih ramai daripada biasanya apalagi weekend bisa dipastikan super padaaat. Meskipun kami menonton di hari Rabu, satu jam sebelumnya kami sudah bersiap di depan layar dengan membawa karpet piknik, meskipun panitia sebenarnya sudah menggelar terpal. Bukan hanya kami saja, saat kami tiba sudah cukup ramai orang-orang yang duduk lesehan atau tidur-tiduran menantikan film dimulai.

Film yang akan kami tonton berjudul when Marnie was there yang diproduksi oleh studio Gibli, meskipun saya dan teman saya penyuka film animasi yang diproduksi oleh Gibli, tapi kami belum pernah menonton film ini.

Sebelum film dimulai saya bertanya sama temen saya , ini bahasa Inggris kan filmnya. Temen saya jawab iya deh kayanya. Terus muncullah iklan dengan berbahasa jerman, saya mulai curiga… Jangan-jangan filmnya di dubbing dalam bahasa Jerman. Benar sajaaa, kecurigaan terbuti. Filmnya sudah dialih bahasakan menjadi bahasa Jerman: Erinnerungen an Marnie. Dududuu… 

Tapi tetep seneng kok, meski sebagian besar ceritanya ga dimengerti, hahaa… Ketemu temen-temen, pas nonton ada adegan berperahu pas senja dan tepat langit saat itu berubah warnanya =) terus dikelilingi bunga-bunga tulip.

Kalau ada kesempatan lagi, di tahun-tahun mendatang, tetep mau datang meski tau ga akan ngerti banyak =D yang penting bareng orang2 kesayangan dan ditemani cemilan-cemilan. 

Ps. Meski temperatur dirasa hangat, tetep mesti prepare bawa perlengkapan yang bikin anget kaya syal atau jeket karena kadang anginnya ga nyantai atau semakin malam temperatur jadi dingin.