Feeds:
Posts
Comments

Tak lagi merasa sendiri

Tinggal di negeri yang asing tak serta merta membuat saya sepenuhnya menjadi pribadi yang mandiri. Allah Maha Tahu kondisi hambaNya, Allah pertemukan dengan sesosok asing yang di hari pertama pertemuan menjadi keluarga baru.

Mungkin saya satu-satunya mahasiswa magister yang melakukan pendaftaran ulang diantar orang yang lebih tua 🙈🙈🙈. Saya juga diantar saat mencari tempat tinggal bahkan bukan saya yang memutusan tinggal dimana, saya sepenuhnya dibantu ketika pindahan bahkan dihibahkannya peralatan memasak dan makan, juga tempat untuk bekal makanan, bumbu-bumbu dapur hingga jacket musim dinginnya. Saya diantar pula membeli tiket untuk satu semester, dipilihkannya nomer telpon yang tagihannya termurah namun fasilitasnya cukup baik. Dua minggu pertama saya dimanjakan dengan masakannya di waktu sarapan dan makan malam yang bergizi. Saya juga mendapatkan berbagai petuah how to survive dan pengalamannya sebagai pelajar di negeri yang asing, seringkali surat-surat yang saya terima diterjemahkannya. Setelah saya tak tinggal bersamanya setiap bertemu saya selalu ditraktirnya minimal minum segelas kopi sambil berbincang 😀 rasanya selalu bahagia bertemu dengannya. Saling bercerita tentang apa yang sudah dilakukan juga apa yang akan dilakukan seperti saya bercerita kepada orangtua.

Dia, satu-satunya yang menawarkan bantuan finansial ketika tahu saya sudah tidak mendapatkan beasiswa lagi. Just let me know if you need money or need place to live. You can staying in my place. My new home have enough space, you are always welcomed at my home. Kata-katanya membuat saya tak bisa menahan haru dan memeluknya erat. Berterimakasih atas penawarannya karena membuat saya merasa tak sendiri disini. Semoga niatnya dinilai sebagai kebaikan dan dibalas kebaikan yang berlipat-lipat.

Yah, saya tau, ALLAH Maha Tahu kondisi hambaNya. Allah tau saya belum sepenuhnya bisa mandiri. Saya tak bisa membayangkan bila saya tak bertemu dengannya. Mungkin di minggu pertama saya sudah memesan tiket pulang ke Indonesia. Karena jika tak ada alamat, tak mungkin saya bisa mendaftar ulang universitas juga tidak mungkin bisa memperpanjang visa. Sedangkan untuk mendapatkan kamar dalam waktu seminggu dua minggu sangat tidak mudah 😦 Dan dia, menjamin sepenuhnya untuk seseorang asing yang baru dikenalnya secara tak sengaja di jalan. Ya. Sesama muslim bersaudara tanpa mengenal batasan wilayah negara dan ras. Dia juga membantu orang-orang yang berbeda agama, sebagai muslim, lakukan kebaikan pada siapa saja katanya.

Beberapa hari ini, saya diundang menginap dirumahnya yang baru. Saya di jemput dari asrama juga diantar kembali ke asrama. Seperti ketika minggu2 pertama saya tinggal di tempatnya. Saya dimanjakan berbagai jenis makanan dan cemilan. Yang paling penting saya bisa curhat, minta pendapat dan nasihat darinya. Diajaknya saya berkajalan-jalan, makan ice cream, makan di resto favoritnya. Pulangnya, saya juga dibekali kue dan ikan supeeeeer besar, tasbih dan ciput. Baiknya yaaaa….

Saya sangat bersyukur, meski mungkin saya mendapatkan nilai minus di kelas kemandirian.. Saya tahu saya seharusnya mengurangi ketergantungan pada manusia tapi tak bisa sepenuhnya tidak bergantung. Saya juga HARUS lebih bergantung padaNYA. Allah yang Maha Tahu, Maha Pengasih dan Penyayang sehingga saya dipertemukan dengan seseorang yang tak segan mengulurkan bantuan ketika saya membutuhkannya.

Semoga suatu hari nanti, saya bisa menjadi seperti dia 🙂

Dan saya seharusnya tak merasa sendiri.

Untuk tantangan mengurus diri:

  • Hair masker, masker wajah, keramas dan mandi, pakai sabun muka
  • Sarapan roti dan telur rebus dan susu
  • makan siang supdaging dan roti
  • Makan malem: pizza
  • Ga berhasil minum air putih 1,5 liter

GameLevel2 #HariKe10

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #MelatihKemandirianAnak #KemandirianAnak #KuliahBunSayIIP #pranikah

Advertisements

Ketika sendiri

Berfikir untuk menyerah berusaha menjadi mandiri, mulai mengumpulkan alasan-alasan… its oke to depend on someone.

Tapi kemudian dengan mudahnya terpatahkan, bagaimana jika tak ada seorangpun?

Ketika tak ada pilihan…

Mau tak mau harus berjuang….

Sendiri.

Untuk tantangan mengurus diri:

  • Cuci muka pakai sabun muka
  • Sarapan bakwan
  • makan siang dengan nasi dan ayam goreng (porsi mini) dan bubur kacang hijau buatan Mba Lita, spaghetti bolognese dari Mba Melly
  • Makan malem: mie aceh kepiting buatan Wirda plus kerupuk yg dimasak Hajrah, kue red velvet buatan Winda, tahu kucai buatan Vega, bubur kacang hijau buatan hajrah
  • Ga berhasil minum air putih 1,5 liter
  • Buang sampah dapur dua karung plastik besar

GameLevel2 #HariKe9

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #MelatihKemandirianAnak #KemandirianAnak #KuliahBunSayIIP #pranikah

Rezeki silaturahmi

Masih suka bingung kalau belanja mingguan beli apa aja karena bingung mau masak apa. Ga pernah berfikir untuk membuat menu satu minggu. Soalnya rencana suka beda sama kenyataannya. Seringkali niatnya bikin apa hasilnya malah jadi masakan yang jauh berbeda. Kalau lagi akut malesnya, beli makanan menjadi opsi yang utama meskipun ga ada yang menjual makanan Indonesia. Atauuu…. yang paling membahagiakan ituu berkunjung ke keluarga Indonesia. Malah kadang pulangnya suka dibekelin. Benar-benar silaturahmi membukakan pintu rezeki. Alhamdulillah buat makanan-makanan enak hari ini ^^

Untuk tantangan mengurus diri:

  • cuci muka pakai sabun muka, pakai krim siang buat wajah, lipbam
  • Sarapan bala-bala
  • Makan siang dengan sup ayam, roti, ikan terong balado, nasi, spaghetti bolognese, pastel, teh hangat
  • Makan malem: sup ayam dan roti yang dibikin Mba Melly
  • Belanja mingguan di supermarket
  • Ga berhasil minum air putih 1,5 liter

GameLevel2 #HariKe8

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #MelatihKemandirianAnak #KemandirianAnak #KuliahBunSayIIP #pranikah

Pengecualian

Ada teman yang semenjak usia SMP sudah didik mandiri oleh kedua orang tuanya karena tinggal beda kota. Ketika beberapa bulan lalu teman ini melahirkan, dia seringkali mengeluh karena harus mengurus bayi sendirian di negeri yang asing. Padahal dia sudah menanyikan bayi ini sejak dari bertahun-tahun pernikahannya. Teman ini sering meminta bantuan untuk menemaninya menjaga bayinya.

Ada teman yang lain, dia juga sama melahirkan di negeri asing yang sama. Dia sampai kuliah S1 tinggal bersama orang tua jadi tidak terlalu mandiri dalam urusan kerumahtanggan. Tapi tak pernah sekalipun dia mengeluh karena harus mengurus bayi sendirian juga tak pernah meminta bantuan untuk menemaninya menjaga bayinya. Padahal secara kedekatan, saya lebih dekat dengan teman ini.

Hanya dua sampel, saya ga berani mengambil kesimpulan, juga ada mungkin beberapa parameter yang tak kasat mata yang membuat kondisi tak layak untuk diperbandingankan. Hanya saja… tidak selalu teori selalu sejalan dengan prakteknya karena manusia makhluk kompleks. Selalu ada pengecualian…pengecualian.

Untuk tantangan mengurus diri:

  • Masker wajah bawang putih, Cuci muka pakai sabun muka, pakai krim siang buat wajah, lipbam
  • Sarapan minum susu
  • makan siang dengan sayur wortel toge ebi, telor ceplok dan nasi, ikan nugget dari Vega
  • Makan malem: nasi, sayur dan ikan sisa makan siang
  • Ga berhasil minum air putih 1,5 liter
  • Belanja di toko Asia
  • Buang sampah

GameLevel2 #HariKe7

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #MelatihKemandirianAnak #KemandirianAnak #KuliahBunSayIIP #pranikah

Membuka Tutup Botol

Biasanya saya sering merepotkan orang-orang disekitar untuk membantu saya membukakan tutup botol. Tentunya setelah sebelumnya saya berusaha membuka tutupnya sendiri sampai jari tangan memerah dan motif tutup botol tercetak di jari. Saya tahu saya harus menyerah dan meminta bantuan.

Sampai sekarang, saya masih suka minta bantuan orang untuk membukakan tutup botol meski tak sesering dulu.

Saya lelah dengan segala kemandirian. Karena disini semua orang sangat mandiri, tak ada yang meminta bantuan orang lain. Padahal ada masanya saya ingin membantu orang lain meski untuk hal-hal yang sepele. Karena sayapun perlu bantuan orang untuk hal yang sepele menurut orang lain padahal sulit untuk dilakukan sendiri.

Untuk tantangan mengurus diri:

  • Cuci muka pakai sabun muka, pakai krim siang buat wajah, lipbam
  • Sarapan nasi plus ikan goreng (yang dimasak beberapa hari lalu)
  • makan siang dengan satu mangkok Dall bikinan Timo dan Indomie rebus
  • Makan malem: nasi plus ikan goreng dan jeruk
  • Ga berhasil minum air putih 1,5 liter

GameLevel2 #HariKe6

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #MelatihKemandirianAnak #KemandirianAnak #KuliahBunSayIIP #pranikah