Feeds:
Posts
Comments

Review NHW#9

Program Matrikulasi IIP Batch #4 Sesi #9

💫*BERUBAH ATAU KALAH*💫

Barang siapa hari ini LEBIH BAIK dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG. Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah termasuk orang yang MERUGI. dan barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA. – HR Hakim.

Berubah adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, karena kalau Anda tidak pernah berubah, maka sejatinya kita sudah mati. Maka dengan membaca Nice Homework #9 ini, kami bangga dengan banyaknya ide-ide perubahan yang sudah teman-teman tuangkan dalam tulisan. Kebayang tidak, andaikata dari seluruh peserta matrikulasi Ibu Profesional ini menjalankan langkah pertama perubahan yang sudah dituangkan dalam ide-ide di NHW #9, akan muncul berbagai perubahan kecil dari setiap lini kehidupan.

Andaikata hanya 10% saja yang berhasil menjadikan ide perubahan ini menjadi sebuah gerakan nyata, maka sudah ada sekitar 100 lebih perubahan kecil menjadi gerakan-gerakan positif baru yang memicu munculnya perubahan besar.

Untuk itu kita perlu mencari yang namanya tipping point agar perubahan-perubahan yang kita lakukan bisa memberikan impact perubahan yang besar. The tipping point: the point at which a series of small changes or incidents becomes significant enough to cause a larger, more important change. –Malcolm Gladwell

Tipping point adalah titik di mana usaha-usaha kecil yang dilakukan berakumulasi menjadi satu hal besar yang cukup signifikan untuk dianggap sebagai perubahan. Istilah tipping point sudah lama digunakan dalam bidang sosiologi, tapi baru populer setelah dibahas secara mendalam oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference.

Tidak perlu orang banyak untuk menyukseskan gerakan yang akan Anda lakukan. Kalau bisa dengan suami dan anak-anak sebagai satu tim, itu sudah cukup. Namun apabila tidak memungkinkan, maka temukan beberapa orang yang satu visi dengan Anda, meski dengan misi yang berbeda-beda, pasti akan bertemu.

Dalam ekonomi, ada Pareto Rule yang menyatakan bahwa 80% dari pekerjaan yang ada sebenarnya diselesaikan hanya oleh 20% orang, yang berarti gerakan kita harus punya 20% orang spesial ini untuk bisa mencapai tipping point. Di bukunya, Gladwell mengupas tentang tiga jenis orang yang menentukan kesuksesan adopsi sebuah ide atau gerakan.

*Connector*

Connector adalah mereka dengan kemampuan bersosialisasi luar biasa yang bisa menghubungkan orang dari berbagai bidang. Sepanjang yang kami tahu, suatu gerakan bisa jadi besar kalau bisa merangkul banyak orang untuk berkolaborasi. Inilah mengapa kita perlu tipe-tipe connector di komunitas atau gerakan apa pun. Mereka adalah jenis orang yang secara natural selalu percaya diri untuk lebur dan bersosialisasi.

Tidak hanya sekadar gaul dan kenal banyak orang, connector juga harus punya sensitivitas untuk bertanya, “Siapa, ya, yang saya kenal yang bisa membantu gerakan ini?” atau “Bagaimana cara menghubungkan si A dari bidang ini dan si B dari bidang itu untuk berkolaborasi?”.

*Maven*

Maven adalah mereka dengan pengetahuan sangat luas yang senang mengakumulasi informasi dan membagikannya. Bisa dibilang maven adalah orang-orang yang sangat senang belajar. Tidak hanya jadi nerd yang menyimpan semua ilmunya sendiri, maven senang membagikan temuan-temuan barunya kepada orang lain. Orang-orang seperti maven yang punya antusiasme dalam berbagi bisa menarik orang-orang ke sebuah gerakan, melalui api mereka dalam menyebarkan insight bermanfaat.

*Salesman*

Salesman, tentu, adalah mereka yang punya kemampuan persuasi luar biasa. Salesmen tentu saja dibutuhkan untuk “menjual” apa sebenarnya misi yang dibawa, dengan kemampuan mempersuasinya yang sangat hebat. Tanpa berniat menjual pun, orang-orang yang gifted sebagai salesman selalu bisa bikin orang tertarik dengan apa pun yang dibicarakannya.

Kebanyakan dari sebuah gerakan memiliki kemampuan salesman, tapi tidak punya connector dan maven untuk mengimbangi. Maka sejatinya kita perlu 3 orang saja di awal membangun sebuah gerakan perubahan di sekitar kita, ada salesman yang bisa menjual gagasan kita ke pihak lain, ada connector yang berpikir strategis untuk menghubungkan pihak A dan B, serta maven yang pintar dan senang berbagi.

Setiap orang punya tipping point. Titik di mana persepsi, kebiasaan, bahkan hidup seseorang berubah secara mendadak, dan efeknya cukup dahsyat terhadap kehidupan kita semua. Oleh sebab itu, tipping point bukan titik balik, melainkan titik perubahan. Ia merupakan titik kritis dari kondisi A ke kondisi B.

Selamat berkolaborasi untuk menemukan tipping point teman-teman semua dengan ide-ide perubahan yang sudah dituangkan dalam bentuk NHW#9 Lihatlah potensi kekuatan di keluarga kita terlebih dahulu, baru merambah ke luar.

Salam Ibu Profesional, Tim Matrikulasi Ibu Profesional.

Sumber bacaan:

Malcolm Gladwell, Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference, 2000

Materi Matrikulasi sesi #9, Ibu Sebagai Agen Perubahan, 2017

Hasil Nice Homework #9 para peserta matrikulasi Ibu Profesional batch #4, 2017

Makan mewah di akhir pekan

Hari Sabtu, ada cah kangkung tuna dan ikan balado buatan tante Elfi di tengah taman kota. Ikan balado (atau mungkin kisah yang dibagi) yang membuat salah seorang dari kami terisak karena terharu. Bersyukur bertemu dengan seseorang yang memperlakukan kami seperti kelurga. Seperti Ibu, yang membawakan perbekalan untuk anak-anaknya juga menjadi tempat kami mengadu ketika ada masalah.

20170729153034_IMG_440420170729153232_IMG_4406

Hari minggu Ada ayam bakar bumbu Aceh dari Wirda, Ikan bakar dari Hajrah, bihun goreng bakso-jamu dari Dinar, buncis tepung terigu dari Winda, sayur sop serta ikan belibis dan telur sambal balado dari Bang Jum dan bang riza, tempe saus tiram dari Dandy, sambal kentang daging dan sambal terasi dari Nanda, kerupuk dari Sigit, Salad dari Kathy, Lalapan dari Firda, sambal hijau dari Putri, minuman dari ayu, kue brownies dari Novi, kue Molen dari Yudith di dapur asrama.

.

IMG-20170730-WA0012

Tadinya yang konfirm dateng 9 orang pas hari H jadi 16 orang, hahaaaa… Emang kalau acara dadakan selalu lebih banyak yang dateng 🙂 Tak hanya berbagi makanan, kami berbagi cerita suka dan duka. Rameeee! Sampai satu per satu pulang, suara-suara ribut masih terngiang diselingi gelak tawa.

Anak Mall

Biasanya kalau ada daftar apa-apa selalu saya skip. Tapi 100 mall di jakarta dan sekitarnya jadi bikin saya kembali ke masa-masa yang tiap satu minggu minimal mengunjungi satu mall. Apalagi dulu tinggal deket Sarinah, Java yang entah sekarang berubah nama jadi apa, EX yang entah sekarang berubah jadi gedung apa, PI dan GI yang bisa jalan aja dari kosan. Dulu sampai inget layout toko-toko yang ada di mallnya, bahkan pas liat orang pake baju apa bisa tau merknya saking seringnya jalan-jalan di mall.

Pas di Jerman, kayanya yang disebut mall itu cuman satu deh, padahal tinggal di Ibu kota provinsi sekaligus katanya kota Industri gitu. Belum lagi mallnya (juga toko-toko) kalau tiap hari minggu tutup dan tiap hari bukanya sampai jam 8 malem terkecuali hari Jumat sampai jam 10 malem. Kalau mau nyari makan emang bukan ke mall sih, yaaa ada kawasan satu jalan resto-resto gitu terus kalau mau nongkrong-nongkrong juga ga di mall, yaaa di taman-taman gitu atau di pub dan bar. Ke mall ya buat belanja. Jadi kalau mau jalan-jalan yaaa bukan mall tempatnya.

Karena mall dan pertokoan tutup di hari Minggu, jadinya orang-orang pada maen-maen di taman-taman atau di hutan yang ada track jalannya atau ya rumah sama keluarga atau temen-temen.

Terus apa kabar midnightsale? Hahaaa… Sale disini yaaa pas jam buka normal, rutin tiap berganti musim.  Padahal kalau musim panas kan cocok banget buat midnightsale, jam 9 aja masih terang tapi tetep aja mallnya tutup jam 8 😦 Dulu inget banget temen-temen yang dari kawasan di luar Jakarta bela-belain buat dateng ke midnight sale dan ternyataaa rameeee bangeeet! Orang-orang beli kaya dapet barang gratisan.

Ini daftar 100 Mall di Jakarta dan sekitarnya, beri tanda 😊 untuk Mall yg pernah kamu datangi & tanda ❤ untuk Mall yang paling sering kamu kunjungi.

SEBERAPA ANAK MALL KAH KAMU?
1. PIM 1 & 2 😊

2. Citos ❤️

3. Transmart Cilandak

4. Taman Anggrek 😊

5. Central Park Mall 😊

6. Blok M Plaza 😊

7. Blok M Square😊

8. Kalibata Mall 😊

9. Kalibata Square😊

10. Cijantung Mall

11. Cinere Mall

12. Atrium Senen 😊

13. Grand Indonesia ❤

14. Plaza Indonesia ❤

15. Harco Mangga Dua 😊

16. Mangga Dua Square😊

17. Arion Mall 😊

18. Mall Ciputra 😊

19. Glodok Plaza 😊

20. Setiabudi One 😊

21. ITC Roxy 😊

22. ITC Fatmawati 😊

23. Mall Mangga Dua 😊

24. Tanah Abang ❤️

25. Sarinah Thamrin ❤️

26. Thamrin City ❤️

27. Senayan City ❤️

28. Poins Square😊

29. PGC 😊

30. Cibubur Junction

31. Pejaten Village 😊

32. Plaza Semanggi ❤️

33. Gandaria City ❤️

34. Tamini 😊

35. Plaza Kuningan 😊

36. Kota Kasablanka ❤️

37. Plaza Senayan ❤️

38. Pacific Place ❤️

39. Lippo Mall Puri

40. One Bel Park

41. Mall Puri Indah

42. Kelapa Gading Mall

43. Sunter Mall

44. Mall Of Indonesia

45. Daan Mogot

46. Dadap Mall

47. La Piazza

48. Artha Gading Mall

49. Pluit Junction

50. Baywalk

51. Soho (Sebelah Central Park)

52. Citraland Mall

53. Kuningan City 😊

54. Lotte Avenue Kuningan ❤

55. Epicentrum Walk 😊

56. Buaran Plaza

57. City Walk

58. FX Sudirman ❤️

59. Lippo Mall Kemang

60. Supermall Karawaci😊

61. Summarecon Mall Serpong 😊

62. Mall Alam Sutera 😊

63. WTC Matahari 😊

64. AEON 😊

65. Teras Kota😊

66. Grand Mall Bekasi

67. Grand Metropolitan

68. Mega Bekasi

69. Metropolitan Mall

70. Orange County Cikarang

71. Lippo Mall Cikarang

73. Bekasi Cyber Park

74. Summarecon Mall Bekasi

75. Gajah Mada Plaza😊

76. Mall Basura

77. Margo City 😊

78. Bellevue Cinere

79. Living Plaza Cinere

80. Depok Town Square ❤

81. D’mall 😊

82. ITC Depok 😊

83. DTC Depok 😊

84. Botani Square ❤

85. Bogor Trade Mall 😊

86. Cibinong City Mall 😊

87. ITC Cempaka Mas 😊

88. Lippo Mall Kramat Jati

89. ITC Kuningan 😊

90. Mall Ambassador ❤

91. Menteng Huis ❤️

92. Transmart Cempaka Putih

93. Bintaro Plaza

94. Bintaro Jaya Xchange

95. Season City

96. Mall Daan Mogot

97. ITC Permata Hijau

98. Ratu Plaza 😊

99. Cipinang Indah Mall

100. ITC BSD😊

 

Lebih dari setengahnya, paling sering emang ke mall yang ada di jakarta pusat atau selatan. Sebenarnya listnya lebih sih soalnya ada mall yang saya suka datengin di blok M: Pasaraya Grande yang ga masuk list.  Terus saya pernah juga ke mall-mall Bekasi, tapi lupa yang mana. Terus pernah ke mall yang di daerah kemang dan bintaro yang juga lupa yang mana 😅😅😅

Kalau balik ke jakarta kayanya bakalan kangen sama taman-taman disini deh atau ga hutan-hutan yang buat jalan-jalan. Yang opsi hiburannya bukan hanya ngemall.

 

Galau!

Jatuh hati tanpa pertemuan sebelumnya, rasanya soo drama. Tapi ternyata saya mengalamaninya, saya lagi sukaaaaaa bangeet padahal saya belum pernah liat secara langsung, cuman tau dari dunia maya saja. Tapi sudah sukses membuat hari-hari saya penuh kegalauan.

Beberapa pekan terakhir, meskipun di masa-masa ujian, saya masih menyempatkan diri untuk meluangkan waktu berkunjung ke webnya, menimbang-nimbang dan berakhir dengan bertambahnya kegalauan karena makin berkembang kadar sukanya. Heeem

Yang membuat saya tergila-gila itu buku-buku anak di http://www.goodwordbooks.com , saya jatuh cinta sama ilustrasi indah di buku-bukunya. Gimana bisa tau kan belum pernah liat langsung barangnya? Di webnya itu,ada sampel halaman dari bukunya yang membuat saya kepincut. Tadinya mau beli satu dua buku saja tapinya kok tau-tau udah ratusan aja di keranjang belanjaannya. Pyuuuh.

This slideshow requires JavaScript.

Awalnya, galau karena ngeliat total belanjaan yang nyampe ratusan dolar, terus berusaha menenangkan diri wajar lah karena beli ratusan buku, toh kalau dirupiahin masih bersaing dengan buku-buku anak di Indonesia, ga mahal gitu. Sempet mengalami fasa beli engga beli engga, tiap hari ke webnya sampai akhirnya OKE aku beli. Terus curhat ke temen katanya coba di pilih yang paling suka, tapi pas milih-milih bukannya semakin berkurang daftarnya malah bertambah T_T ah, pokoknya kerjaan tiap hari itu milihin buku mana yang mau dibeli dan engga. Ada kayanya semingguan tiap hari bolak balik ke webnya buat mensotir bukunya tetep ratusan sih, tapi agak lebih sedikit daripada sebelumnya 🙈🙈🙈

Teruuus kegalauan makin menjadi ketika ongkos kirim yang awalnya ga seberapa jadi ratusan dolar karena nambah list dan setelah disortir kemudian berkurang daftar di listnya teteup di kisaran puluhan dolar dan yang bikin galau parah itu karena saya ngekonversiin ongkos kirim ke berapa puluh buku lagi yang bisa saya beli 😦

Terus kemungkinan bukunya dikirimnya ke Jerman bukan ke Indonesia karena biaya kirim ke Indonesia sekitaran dua kali biaya kirim ke Jerman .___.’ Jadi PR banget gimana cara ngangkut ke Indonesianya nanti. Ini nih yang bikin kegalauan berlipatganda.

Dan karena udah kadung suka, si saya coba usaha mengemail perusahaannya, bilang bisa ga biaya kirimnya pake opsi yang paling murah gapapa lama karena di webnya ga ada opsi pengiriman. Dan orang perusahaanya baik banget dan tanggap sama emailnya. Seneng bangeeet ada harapan.

Dapet konfirmasi email dari perusahaannya buat ongkos kirim

Freight to Germany = US $172.00 Freight to Indonesia = US $ 203.00

Huwaaaa nangis guling-guling, PATAH HATI, nyesek banget. Ini ongkos kirimnya jadi malah berlipat daripada yang diweb, tapi emang sih harga bukunya jadi lebih murah karena semua didiskon 20%. Dan biaya kirim ke Indonesia lebih mahal daripada harga buku-buku yang dibeli T_T. Kalau ditotalin tetep lebih murah beli di web daripada skema diemail padahal niatan awal ngemail kan biar dapet harga ongkos kirim lebih murah.

Terus kirimlah email protes gitu karena keberatan ongkirnya, dan di jawab

Actually for small orders our website is cheaper so please process your order online at our website.

Dzigh, yaaah, padahal udah berharap banget bisa dapet ongkir lebih murah. Masalahnya bukan di harga bukunya, tapi di ongkos kirimnya =(

.

.

.

.

.

Apa ke India aja yaaa?

Jemput langsung bukunya!

Masih belum ikhlas gini nerima keyataan kalau belum jodoh sama buku-bukunya. Hiks…

………

Terus sekarang nambah kegaluan, karena saya juga sukaa sama pop-up book dari impian studio Udah kontak via WA buat pesen dan galaunya pas ditanyain alamat, hahaaa. Kirim ke rumah orangtua, udah ga ada tempat buat buku, buku-buku timbunan semasa di Jakarta aja masih tersimpan di box. Terus akhirnya nanya ke bagian penjualannya kalau boleh dititip dulu ga yaaa, nanti tahun depan diambil sekaligus dibayar ongkos kirimnya. 😂😂😂. Bikin repot perjualnya nih.

Kayanya prasyarat buat bookhoarder itu harus punya permanent address deh 😅

Matrikulasi Materi #9

🙋BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN🙋

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

START FROM THE EMPHATY

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat.

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :

-Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012

-Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010

-Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016

_Matrikulasi IIP batch #4_

_Nice HomeWork #9_

*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN* ***PETUNJUK PENGERJAAN***

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai : *PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE* Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam. Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita. Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita. Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini: Selamat menjadi agen perubahan Karena _Everyone is a Changemaker_ ( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam, /Tim Fasilitator IIP/ ***