Feeds:
Posts
Comments

Isyarat

Inti dari komunikasi adalah informasi yang diterima bisa sama dengan yang memberi informasi.

Seringkali tinggal di negara yang tidak berbahasa inggris bahasa isyarat menjadi penting. Bahkan lebih mudah untuk melakukan komunikasi daripada lama merangkai kata karena harus mencari-cari kosa kata yang harus digunakan.

Termasuk bahasa tubuh, seperti sebuah senyuman (meski datang dari seseorang yang ga dikenal) bisa merubah suasana hati yang kelabu jadi sedikit berseri. Benar adanya, senyum adalah sedekah.

Jadi apapun kejadian buruk hari ini, just put my smile to the others. Bukan untuk berpura-bura bahagia. Tapi membagikan keceriaan di tengah hari yang kelabu.

Tanpa berkata-kata, apakah kamu bisa menangkap isyarat dariku?

#GameLevel1, #HariKe7

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #komunikasikeluargaku #KomunikasiProduktif #KuliahBunSayIIP #pranikah #Tantangan10Hari

Advertisements

Kabar Duka

Dapet kabar dua orang ayah warga Stuttgart yang meninggal,

Innalillahi wa inna ilahi rojiun….

Kabar kehilangan selalu berimbas duka. Kebayang berada di posisi keluarga yang ditinggalkan. Meski sudah kepastian yang nyata, tinggal tunggu waktu, tak pernah ada yang merasa siap.

Sementara duka mencengkram, berusaha tetap menjaga logika berfungsi, mencari tiket pulang untuk secepatnyaa sampai di tanah air. Meskipun secepat-secepatnya tetap saja tak bisa mendapati jenazah yang sudah disemayamkan.

Kabar duka. Ya Alah, jika saatnya tiba nanti tolong kuatkan… sabarkan, tabahkan…. semoga bisa membersamai di saat-saat terakhir

😭😭😭😭

Komunikasi tanpa basa-basi

Ketika berkunjung ke salah seorang teman Indonesia, kami ditawari minuman hot chocolate yang tanpa basa basi langsung saya iyakan.

Saya baru sadar, saya ga bisa berbasa-basi. Kalau mau bilang mau, kalau ga mau bilang ga mau. Kalau bisa bilang bisa kalau ga bisa bilang ga bisa. Kalau masih bingung, belum tau harus respon apa jadi diem. Tapi kesannya kalau sesama orang Indonesia ga sopan kali yaaa.

Harusnya dua kalimat, dengan basa basi jadi panjaaaang percakapannya …

“Mau coklat hangatnya?”

dijawab “Ooo, ga usah repot, ga apa-apa…” (sambil menelan ludah)

Lalu direspon ” ga repot kok, ga apa-apa”

Terus dijawab “boleh deh (kelihatan terpaksa menerima tawaran) jadi ngerepotin nih”

Kalau saya, mungkin harus belajar buat basa-basi dengan syarat ga berpura-pura…

“Mau coklat hangatnya?”

dijawab “mau, kalau ga ngerepotin, saya suka cokelat hangat soalnya 🙂

terasa lebih efektif komunikasinya tanpa basa-basi

#GameLevel1, #HariKe6

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #komunikasikeluargaku #KomunikasiProduktif #KuliahBunSayIIP #pranikah #Tantangan10Hari

Bukan cuman kata tanpa makna

Seringkali saya mendengar kata-kata F*ck, sh*t. Bahkan untuk hal sangat sepele yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Rasa-rasanya kata-kata itu menjadi kata-kata favorite buat semua orang. Bahkan menulari sahabat saya yang tidak penah berkata kasar sebelumnya, bahkan ada sahabat yang mengalibahasakannya menjadikan kata-kata Sialan menjadi kata favoritenya.

Saya berusaha begeming, menahan segala umpatan di lidah. Berkata yang baik atau diam. Dan ternyataa, sahabat yang terbiasa merepon segala sesuatu dengan kata F*ck mengurangi penggunaan kata tersebut ketika bersama, meski saya sama sekali ga mengingatkannya atau menegur, hanya tidak ikutan latah menggunakan kata2 tersebut.

Seorang teman Jerman yang berlibur ke Indonesia punya pengalaman tak mengenakan. Banyak anak-anak Indonesia yang menyambutnya dengan simbol jari tengah sambil berkata f*ck u. Padahal dia ga ngapa-ngapain cuman jalan lewat aja. Dia bertanya, apakah orang-orang Indonesia ga suka sama sama orang-orang asing?

#GameLevel1, #HariKe5

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #komunikasikeluargaku #KomunikasiProduktif #KuliahBunSayIIP #pranikah

Izin dari Ibu

Semenjak tinggal jauh sama keluarga, bertekad untuk sering-sering menghubungi Ibu dan bapak di rumah. Tapi Ibuk susah sekali di hubungi .__.’ Pas tersambung, Ibuk minta maaf karena HP dimanaaa, Ibuk lagi dimanaaa… Iyaaa, Ibuk ga irit minta maaf sama anaknya. Bahkan untuk hal wajar misalnya karena sering menasehati anaknya yang seringkali ceroboh. Ibu minta maaf… “maaf yaaa Ibu sering ngomelin”. Hiks, padahal anaknya yang suka bikin Ibuk khawatir.

Kali ini, saya punya agenda khusus waktu menelpon Ibuk selain curhat-curhatan: biar saya diizinkan bekerja. Saya emang dibiasakan apa-apa minta izin dulu sama Ibuk atau Bapak. Agak degdegan minta izinnya karena kerjanya lebih mengandalkan fisik . Masalahnya selama ini, Ibuk dan Bapak berusaha banget ga membuat anaknya merasakan kondisi yang susah, sulit ataupun kekurangan. Jaraaang banget , Ibu minta tolong bantu kerja fisik kaya menyapu mengepel, beres-beres rumah (alasan lain mungkin juga karena anaknya males akut, daripada capek minta tolongnya lebih cepet dikerjain sendiri) atau jika menemani Ibuk belanja, Ibuk akan memaksa mengambil alih membawa belanjaan yang bobotnya lebih berat dan memberikan bawaan yang lebih ringan. Jadi wajarlah bikin Ibuk khawatir. Bahkan pas punya ide buat kerja aja (belum spesifik kerja apa) Ibuk langsung menawari saya untuk dikirimi uang dari tanah air atau bahkan dikirim makanan .

Saya meyakinkan Ibuk kalau saya bekerja karena saya sekarang sudah punya pilihan untuk bisa menyambi kerja =D, saya perlu kesibukan yang super duper sibuk biar saya ga punya energi lagi buat rindu pengen banget pulang, terus ketemu bermacam-macam orang baru ga membusuk mager di kamar, lagian meski kerja fisik ga seberat kelihatannya juga jadwalnya suka -suka, bisa sekali sebulan atau sekali per tiga bulan (Sebisanya dan seluangnya jadwal), paling penting pengen lebih banyak bersyukur gitu. Semoga, kalau pernah merasa beratnya mendapatkan uang akan lebih bijak dalam pengeluarannya.

Meski ga bisa menghapus kekhawatiran di wajah Ibuk, Ibuk mengiyakan dengan syarat: tidak menganggu kuliah, menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri. Dan satu lagi yang saya ga bisa janji… kalau merasa kekurangan, bilang ibuk… (Ibuuuuuuk, masa anaknya udh menua gini, masih ngerepotin orang tua _ _’ didoain aja udah lebih dari cukup kok Buk 🙂 )

Saya belajar kalau meminta izin sama ibuk, saya harus mengerti sudut pandang ibuk yang selalu merasa khawatir sama anaknya. Memberikan penjelasan yang bisa meminimalisir sedikit kekhawatirannya. Ingin saya segera memeluk ibuk dan meminta maaf,

Sampai detik ini, saya selalu membuatnya khawatir.

#GameLevel1, #HariKe4

#batch3 #bundasayang #IIPLNnonASEAN #kelasbundasayang #komunikasikeluargaku #KomunikasiProduktif