Apa kabar Ramadhanmu?

Apa kabar Ramadhanmu?

Ramadhanku dimulai dengan derasnya hujan yang turun. Aku berharap, derasnya hujan yang turun di hari pertama Ramadhan menandai derasnya keberkahan yang diturunkan di bulan ini 🙂

image

Derasnya hujan membuat suasana tarawih di mesjid BI tak seramai biasanya, hanya separuhnya terisi. Ini mungkin cobaan pertama kesungguhan di bulan ini.

Ramadhan kali ini, aku tak membuat listing targetan. Hanya berusaha menjalankan amalan yaumian sebaik yang aku bisa, ditambah meluangkan waktu untuk membaca buku-buku yang bisa meningkatkan nilai ketakwaan.

Sebenernya, berharap momen Ramadhan ini bisa jadi sarana untuk mengurangi waktu tidur (tapinya, gagal bahkan sebelum dicoba, hahaha).  Meskipun, tidur dihitung ibadah tapi pengennya bisa mengoptimalkan waktu untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan.

Aku merasa banyak hal yang harus disyukuri di awal Ramadhan tahun ini. Merasakan suasana Ramadhan: makanan khas berbuka, suara adzan, suara ramai membangunkan sahur, mesjid-mesjid yang semarak oleh kegiatan pengajian. Ya, sama kaya suasana tahun-tahun yang lalu siii, tapinya kesempatan merasakan kesusahan makanan halal, mesjid, tidak mendengar suara azan beberapa waktu membuat rasa Ramadhan kali ini menjadi berbeda. Juga suasana kantor yang baru,  ga kalah mengadakan kegiatan ramadhan sepertihalnya kantor lama 😀 plus..pluss.. rezeki yang melimpah di awal Ramdhan. Semoga semua nikmat menjadi pemicu untuk bisa melakukan yang lebih.. melakukan ibadah yang lebih baik..  #yosh #semangat

>>> Tadinya mau ngeposting pas hari pertama Ramadhan.. tapi #banyakalasan 😛