Ada yang nanya kok, postingannya makanan mulu, jalan-jalannya manaaaaa? Jujur, selama hampir 4 bulan di sini, saya lebih banyak menghabiskan waktu di dapur asrama daripada di jalan. Cuaca kurang mendukung buat jalan-jalan…dinginnya ituuuu kadang nusuk di muka T___T, bikin males beraktivitas di luar ruangan, selain itu, masih banyak berbagai alasan untuk menjadikan jalan-jalan prioritas keeeee….sekian…. tapi..tapi… Tau-tau… udah empat bulan aja… ga banyak nambah referensi tempat yang asyik untuk dikunjungi disini. Bahkan kalau ada temen yang berkunjung ke sini, masih bingung mau diajak kemana aja… hahaa… :)) Gawat juga yaaa,,, kalau ga disempatkan dan dipaksakan, bisa-bisa saya taunya cuman jalan asrama, kampus dan tempat belanja, hahahaaa :))
Jadiiii, okedeh, saya akan mencoba untuk berjalan-jalan setiap akhir pekan dan mengabarkannya disini. Kalau ga sempet jalan-jalan karena sekarang masih musim ujian, saya akan posting tentang perjalanan saya yang lalu… setidaknya menghibur saya yang kurang piknik disini 😀
Untuk postingan jalan-jalan pertama, tentang wald di sekitaran kampus. Saya bingung mengartikan wald ini, karena di indonesia adanya yaaa hutan. Tapi waktu saya bilang ke Ibu, kalau saya abis jalan-jalan di hutan sendirian, kontan aja bikin Ibu was-was karena dibayangan Ibu, hutan itu forest yang boleh jadi saya bakalan nyasar atau ketemu binatang berbahaya. Naaaah, kalau wald itu… ga ada binatang yang berbahaya, adanya burung-burung kalau musim panas mungkin tambah serangga, terus tracknya juga jelas-kalau ngikutin tracknya ga akan nyasar (cuman berjalan lebih memutar atau engga) , ada petunjuk arah juga, lagian kalau nyasar juga banyak orang seliweran, mulai dari yang lari, bersepedah dan cuman jalan ajaaa… tapi susah juga sih buat nanya, paling oke sih, mengandalkan GPS. Tapi buat saya yang cuman pengen tau, ga berusaha menghafal atau mengikuti rute, yaa ikutin track, tau-tau di antah berantah.. 😛 sejauh ini, masih beruntung bisa berakhir dekat di perbenhentiaan bus, jadi pulangnya bisa naik bis *ups*. Wald ini jadi salah satu tujuan keluarga berekreasi di akhir pekan, mulai dari anak-anak sampai kakek nenek^^.



Menurut website resmi kota stuttgart, wald menjadi kawasan rekreasi terluas. Kota Stuttgart punya hutan seluas 5.000 hektar yaitu sekitar 24%nya dari luas area kota, dimana 27000 hektar (54 persennya) punya kota Stuttgartnya, terus 40% punya provinsi Baden-Württemberg, 260 hektar punya kota Esslingen (tetangganya kota Stuttagrt), 37 hektar punya pemerintah pusat Jerman dan 150 hektar punya pribadi . Meski punya pribadi, katanya sih ga bisa semena-mena bangun di lahan yang peruntukannya hutan. Itu hutan yaaa, belum kebun-kebun atau lahan pertanian di desanya kaya kebun anggur, apel, bunga matahari buat minyak goreng, dll. Padahalnya lagiiii… kota Stuttgart dikenal dengan kota industri, keempat terbesar di Jerman.


Sebagian besar, wald ini isinya 32% pohon ek, 27% pohon cemara, 9% pinus, dll…Sebenernya, bakalan lebih indah kalau jalan-jalannya pas musim semi, dimana daun-daunnya berwarna-warni, cumannya saya telat tau kalau sekiataran kampus ada hutan yang luaaas 😀 Tahun depan, harus bangeet ke hutan 😀
Sepanjang perjalanan, saya melihat betapa anak-anak Jerman diperkenalkan ke alam sedari dini, bayi aja di bawa jalan-jalan ke hutan, terus mereka dibebaskan mengeksplorasi tanpa adanya teriakan kekhawatiran dari orang tua.Misalnya, seorang anak yang memacu sepedanya jauuuuh meninggalkan orang tuanya, tapi orang tuanya tenang ajaaa ngeliatin anaknya dari jauh. Juga dua orang anak yang berusaha menyebrangi pohon tumbang yang posisinya di lereng yang curam -agak ngeri sih kalau si anak jatuh ngegelinding gitu- setelah minta izin Bapaknya, si Bapak cuman ngawasin dari jauh, ga berusaha megangin.
Selalu deh, tiap ngeliat pasangan kakek-nenek disini selalu bergandengan mesraaaa
Kalau cape jalan, banyak tempat pemberhentian untuk duduk-duduk, bisa untuk barberque-an., atau untuk menghangatkan diri.
Oh, yaaaa, sebuah cafe 😀 Jadi ga perlu kuatir kelaparan di tengah hutan, hehhe.. Karena cuaca lumayan cerah, jadi banyak orang yang memilih untuk makan di bangku-bangku yang disediakan di luar cafe 🙂
Seruuu sih, jalan-jalan ke hutan. Wajar menjadi tujuan para keluarga menghabiskan akhir pekan, selain gratis juga tempatnya enak buat berolahraga atau sekedar menikmati pemandangan. Banyak alternatif rutenya jugaaaa, jadi ga akan bosen menjelajah… 😀
Yuuuuuuu, jalan-jalan yuuuuks