Jalan-Jalan: Kebun Binatang Wihelmina

IMG_4102

Ga perlu jauh-jauh ke Keukenhof Belanda buat dapetin foto warna-warni tulip 🙂  di kebun binatang Stuttgart juga ada lhooo taman ala-ala Keukenhof 😀

Jadi ceritanya, abis kuliah beberapa minggu yang lalu, cuaca sangat cerah.  Terus pas ngomentarin cuaca yang cerah si temen yang dari Jerman ngajakin ke kebun binatang -karena sebelumnya kita pernah janjian buat jalan-jalan ke kebun binatang kalau cuaca cerah. .Kontan saya mengiayakan -padahal saya inget kalau saya udah janjian sama temen yang dari Singapur buat belajar bareng-. Terus dia ga bisa tahan ketawa aja, pas kelas bubar temen Singapur nanya, jadi belajar bareng gaaa? Ups… hahaaa… Paraaaah bangeeet kan skala prioritas sayaaa… Tapi kapaaan lagiii cuaca ceraaah, jarang2…. Kalau belajar kan ga terpengaruh sama kondisi cuaca (lebih ke terpengaruh cuaca hati 😛 )

Tapi, bener deh…ga nyesel sama keputusan saya (nyeselnya nantiii, abis liat hasil ujian T___T..)  Indaaaah bangeet kebun binatangnya, rumah binatangnya ituuu… baguuus bangeeet, seperti memanusiakan binatang, tanpa menghilangkan unsur kebinatangan dari binatang itu senidiri. Bisa dilihat foto rumah gorilla <apes>  yang baru dibangun dengan menghabiskan dana 9,5 million Euro (weeeekkks, dana segituuuu bisa bangun ratusan kampung di Indonesia, bukan cuman satu rumah gorilla T___T). Pantesaaaaan baguuuuuus bangeeets rumahnya

 

IMG_4269.JPG
Rumah Gorilla sisi indoor
IMG_4302
Rumah Gorilla sisi outdoor

Rumah Gorilla sisi indoornya kaya rumah manusia kaaan… apalagai di dalamnya ada lift, tempat duduk yang enak buat ngeliatin tingkah polah gorilla yang dibatasi sama kaca aja. Papan-papan informasi tentang Gorilla-yang sayangnya hanya berbahasa Jerman-, ada layar sentuh untuk media pembelajaran tantang tingkah polah gorilla (sssttt… ada video pornonya juga lhooo :P), sama ada open theather yang muterin film, pas kami ke sana lagi muterin film penyelamatan Gorilla dari perburuan di Afrika.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jadi, hampir semua rumah binatang punya dua sisi (indoor dan outdoor) yang saling terhubung . Kata sang temen sih, karena disini ada musim dingin, jadi bisa berlindung di sisi indoornya. Suka-suka mereka sih, mau main di dalam atau di luar. Pas kita ngunjungin rumah gorilla, mereka semua lagi pada ada di bagian dalam, jadi pas ngelilingin bagian luarnnya,  ga keliatan satupun gorilla. Beda pas saya ke rumah jerapah, mereka semua lagi pada di luar, padahal rumah indoornya kece berat

Rumah Jerapah.JPG
Rumah indoor jerapah

Laen kali, kalau ke sini lagi, saya pengen banget ngambil foto rumah-rumah binatangnya. Biar bikin iri binatang-binatang yang ada di kebun binatang Indonesia *eh

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Isi rumah indoor harimau

Ah, bukan hanya suka sama bagian indoor doang, saya juga suka sisi outdoornya kaya dibuat binatang itu ga berjarak sama pengunjungnya (meskipun tetepa ajaaa ada jaraaak), tapi keliatan mereka kaya ga ketara banget kurungannya, semacam berusaha untuk ruang untuk binatangnya bebas bergerak disesuaikan dengan kondisi tempat tinggalnya.

IMG_4256.JPG
Sisi luar rumah gorilla bersama “Gorilla Jerman” (semoga dia ga nyasar ke blog ini, dan kalaupun nyasar ga bisa ngerti tulisan ini)
IMG_4209.JPG
Rumah outdoor monyet (gatau jenis apa:P)
IMG_4180.JPG
Rumah outdoor sejenis monyet, tanpa ada teralis atau jala… cuman dipisahkan sama sungai dari tempat pengamatan para pengunjung

Sementara rumah outdoor untuk beruang dan teman-teman binatang penghuni gunung menghabiskan dana 1.75 million Euro di tahun 1991. Emang beneraaan kaya gunung sih, bukan cuman habitat kandangnya, tapi emang lokasinya dibuat diatas gitu jadi keliatan pemandangan kota daerah Bad Canstattnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baik di rumah indoor ataupun indoor, disediakan tempat duduk untuk mengamati kelakuan para binatang. Kalau ga,  ga jauh dari rumah binatang itu ada tempat  duduk buat berstirahat. Karena ada tempat duduk buat ngamatin, jadi  asyiiikkk berlama-lama ngeliatin harimau yang jalan bulak-balik dengan rute yang sama, atau ngeliatin chimpanzee  yang menutup dirinya dengan kain putih kemudian mengintip perlahan untuk melihat apakah ada pengunjung atau tidak, ketika tahu dia diperhatikan dia segera mengambil lebih banyak jerami untuk menutupi dirinya selain menutupi dengan kain yang sukses membuat saya dan sang teman terbahak-bahak, kemudian kami sempat menghitung berapa lama waktu yang diperlukan kuda nil untuk diam di dalam air untuk kemudian mengambil nafas.

IMG_4166.JPG
yang bikin ketawa ngakak.

 

IMG_4250
Duduk-duduk rame-rame nonton gajah

Ada binatang-binatang tertentu seperti burung merak yang dibiarkan bergerak bebas kemanapun, sesukanya selama masih berada di kawasan kebun binatang.

IMG_4182.JPG
Temukan merak yang lagi jalan-jalan….

Berasa banget tempat ini nyaman buat berlibur, tapi bisa jadi nambah  pengetahuan juga-kalau bisa bahasa Jerman atau ga ada penterjemahnya :D- Di webnya sih, emang ada program khusus buat anak sekolah, bahkan bisa diunduh teaching materialTerus kayanya di salah satu rumah, ada percobaan buat netasin telor gitu dari silinder kaca yang diatur suhu di dalamnya, jadi kalau beruntung bisa liat anak ayam menetas dari telurnya. Pas, saya dateng, sebenernya ada telur yang mau netes, tapi si temen ga mau nunggu-yang entah mesti nunggu berapa lama- 😀 Terus ga jauh dari percobaan itu ditunjukkin ayam yang umurnya baru beberapa hari, beberapa minggu sampai berapa bulan, keliatan banget pesatnya pertumbuhan ayam. Kayanya, emang kebun binatang ini, bukan cuman pameran binatang aja, tapi gimana binatang-binatang itu bisa hidup dan bereproduksi, terlihat dari banyaknya bayi-bayi gorilla (disebut apa yaaa kalau bayi binatang. duh. lupa bahasanya. mohon dimaafkan: suka kehilangan kata-kata) yang dipangku dan diasuh oleh Ibunya juga ada dua bayi kambing gunung , mungkin masih banyak bayi-bayi yang luput dari pengamatan. Kalau baca di webnya, emang ada program nature conservation.

 

Ah, saya semakin terpesona, ketika di setiap spot rumah dari tiap binatang ada taman bermainnya. ^^

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

IMG_4267
A happy kid ^^

What are you doing?”

Si temen kesel karena saya dikit-dikit berheni buat moto taman di sekitar kebun binatang, ga jarang malah asyik sendiri  foto-foto bunga… hahaaa… terus kata si temen, kayanya foto bunga-bunga kamu  lebih banyak daripada foto binatangnya. Iya sih, tapikan binatang akan selalu ada, kalau bunga akan layu setelah merekah.

IMG_4379.JPG

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

aaaaakkk… belum kekiter semuaaaa… bagian kupu-kupu reptil, binatang air, binatang yang bisa disentuh….dan masih banyaaak spot yang belum kefoto tapi kebun binatangnya mau tutup, udah jam 8 😦 Tenaaaang, kata si temen, kita bakalan ke sini lagi… karenaaa udah beli tiket satu tahun yang harganya buat perlajar 28 Euro, padahal tiket sekali masuknya buat pelajar ituuu 10 euro…

teruuus, iseng nyari harga tiket di web… eh.. kok beda yaa, malah lebih murah sama yang tertera di web…

Membership fees (per calendar year)
Full member 60 €
Reduced rate for pensioners 45 €
Partner ticket 45 €
Children from 6 – 17 years of age 20 €
Schoolchildren/Students/Trainees
18 – 28 years of age
35 €
Family membership 125 €

Di tahun 2013, yang daftar jadi anggota ada 29.000 orang, ambil yang terendah aja misal 20 euro berarti minimal, pemasukkan per tahunnya  dari tiket 580.000 euro. Tapi bisa jadi nembus 1.000.000 euro lhooo… klo ambil rata-rata… bahkan bisa lebih… Hmmm… wajar bangeeeet klo binatangnya ga keliatan kurus, terawat dengan baik, tempatnya tertata dengan indaaaaaaaahhhh.

*pukpuk buat binatang-binatang yang ada di kebun binatang Indonesia… 😥