Negeri Indonesia kaya akan pegunungan dengan pemandangannya yang menawan. Namun, lebih dari setengah abad hidup saya belumlah satu kalipun saya pendakian dan berkemah di puncak gunung. Orang tua saya tidak memberikan izin melakukan pendakian, karena saya… tidak pernah mengikuti organisasi pencinta alam, ataupun mendapatkan pelatihan tips survival di hutan [intinya..mereka khawatir kalau saya kenapa-kenapa ketika melakukan pendakian] selain itu, saya tidak memiliki teman yang punya hobi mendaki, seringkali saya mengajak teman sekeliling saya untuk mendaki tetapi tidak ada yang menyambut baik ajakan saya :(.
Yah, saya pernah berjalan seharian menuju Gunung Tangkuban Perahu Bandung, tapi itu tidak dihitung mendaki karena saya membawa daypack dan tak perlu menginap, pagi jalan-siang sudah sampai. Keinginan saya untuk mendaki akhir-akhir ini begitu kuat, sebelum usia menggerogoti stamina saya, juga sebelum status belum berubah. Saya berharap, dalam hidup saya setidaknya saya pernah menikmati keindahan puncak gunung yang menjadi kekayaan negeri ini (selain pernah diving di laut terindah di Indonesia :D)
Syukurlah,saya diperkenalkan oleh teman kantor kepada adiknya yang suka mendaki gunung. Jadi saya semacam punya akses ke komunitas pendaki. Maka, “ya” saya katakan atas ajakan adiknya teman kantor untuk mendaki Gunung Cikuray. Saya diajak seminggu sebelum pemberangkatan, awalnya ragu banget saya ikut atau engga.. karena berbagai perlengkapan gunung yang tidak saya punya, juga masalah saya yang jarang berolahraga akhir-akhir ini. Akhirnya, saya mulai mempersiapkan diri dengan berolahraga, searching tempat jual dan penyewaan perlengkapan gunung.
Empat hari menjelang hari-H, saya ditugaskan untuk ke Bandung di hari jumat dan pas weekend saya bertugas untuk menjemput tamu di Bandung. Maka saya langsung mengabari adiknya temen bahwa saya kemungkinan tidak bisa berangkat. Jadi, saya dibebastugaskan dari tugas kelompok. Saya hanya perlu mempersiapkan perlengkapan pribadi. Jadi kalau ada kesempatan saya bisa menyusul ikut. Daaan… memang saya ditakdirkan untuk mendaki, acara yang sudah disetting di Bandung diundur!!! Saya punya kesempatan selama tiga hari untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi.
Heboh banget deh, beli perlengkapan pribadinya: mulai dari slayer dan kupluk (di counter perlengkapan musim dingin di mall Pasaraya Grande Blok M), baju gunung, celana gunung, sarung tangan, masker, botol minum ( di toko perlengkapan gunung di Depok) daaan sewa carrier, jaket, headlamp,dll (di daerah Palmerah), plus kamera di mall Ambasador. Budget beli perlengkapan berpuluh-puluh kali lipat dari biaya pendakian itu sendiri, hahahaaa. Sebenernya saya pengennya beli jeket gitu, tapinya jeket yang saya mau ukurannya ga ada.. sayang kaan beli gegara deadline tapi dipake cuman sekali aja. Untungnya saya dapet info penyewaan. Daaan saya cuci jaketnya pagi-pagi padahal malamnya saya mau berangkat…dan alhamdulillahnya jeketnya cepet kering gitu, siang-siang jeketnya udah kering aja. Baru deh abis itu saya packing-packing 😀
Oiyaaa… pas ke tempat beli perlengkapan mendaki di Depok… ngobrol-ngobrol sama Mas yang punya toko sama Mbak supplier yang suka mendaki…komentarnya,,, “baru pertama kali mendaki?? ke cikuray??? *tampang kaget* “ga ada air lhoo di atas dan medannya berat”. Terus pas di tempat penyewaan juga ketemu sama anak-anak backpaker yang udah pernah mendaki ke cikuray… sama komentarnya… tampak khawatir gitu, karena baru pertama kali mendaki dengan medan yang berat, katanya dahi ketemu lutut. Sempet ngerasa ragu siiih…bisa engga yaaa… tapi ya sudahlah kalau ga dicoba kan ga akan tau sampai dimana kemampuan kita.. Lagian kalau ga kuat sampai puncak yaaa turun lagi ajaa, hihihiiii…
Lagian, udah beli perlengkapan jugaaa, sayang-sayang kalau ga dipake 😀
Yaaa…#bismillah ajaa…laa haula wa la quwwata illa billah