:( -> :)

Berjuta kunang-kunang hinggap di kepala, membuatku sulit beranjak dari tempat tidur. Aku coba meraba-raba di pinggir tempat tidur, in-healer untuk melegakan pernafasan. Dengan enggan, aku beringsut menggapai telpon genggam yang berbunyi,

“Kak, lagi dimana? aku masak soup, aku ketempat Kakak yaa bawa soupnya.”

Setetes air mata muncul perlahan, ah, sahabatku ini tahu aku sedang tidak enak badan. Dia sengaja membuatkan dan mambawakan aku soup.

Sehari sebelumnya, sahabat yang lain mengetuk pintu kamar,”Ayo makan”, aku menolaknya, “tapi dia memaksa dan menceramahi, kamu harus makan biar cepet sehat, udah dimasakin juga”

Lalu…kenapa aku masih merasa sendiri? Tidakkah aku bersyukur dikelilingi sahabat yang begitu baik, juga dipertemukan dengan orang-orang yang tidak aku kenal sebelumnya yang mau mengulurkan bantuan tanpa diduga dan tanpa diminta bahkan mau menganggapku sebagai bagian dari keluarganya.

Terlebih lagi….

 

Ada Allah.

Selalu.

🙂

 

Tidak Dikategorikan