Rindu, rasa yang semakin memekat seiring waktu seperti awan hitam yang bergulung menyelimuti langit kemudian air turun tak henti-dan tak bisa dihentikan.
Rindu, rasa yang mendamba kehadiran mentari yang menghangatkan hati, namun tak kunjung tiba, pun sesekali mentari bersinar cerah, saat itu pula salju turun dengan dingin menusuk.
Rindu, rasa yang menyesakkan saat menyelami keindahan bawah laut tanpa disertai tabung oksigen yang memadai.
Rindu, rasa yang terus bertumpuk dan menggunung, sampai aku merasa sudah di puncaknya namun ternyata masih ada puncak yang lebih tinggi lagi.
Rindu yang membuncah terantuk di tepi langit,
menyulih ratapan rindu dengan rapalan doa:
“aku titipkan orang-orang yang kurindu padaMu”
.:. doa khusus untuk Bapak, semoga lekas sehat yaaa Pak…
sun sayang :*