
Ini tentusaja, sayur toge bening yang dimasak kemarin, kemudian dipanaskan kembali dengan mikrowave. Masih dalam suasana ujian, jadi sekali masak banyak yang kemudian tinggal dipanaskan dengan mikrowave.
Menu yang sama: Sayur ciasim tahu plus udang untuk dimakan berhari-hari. Apa rasanya memakan masakan yang sama dalam satu hari, kemudian besoknya, kemudian besoknya? Bosan, tapi rasa-rasanyaaa dalam tahap tak begitu peduli makan apa, yang penting memupus rasa lapar, yang penting bisa cepet disiapinnya, tinggal dipanasin. Dan yang penting sayuran yang sudah dibeli tidak terbuang. Dan lebih penting bagaimana masakah yang sudah dimasak tidak terbuang. Untuk mengurangi kebosanan, kadang mengkombinasikan sayuran dengan tempe goreng kecap.
Sudah bosan sebenarnya dengan sayur bebasis ciasim dan toge, tapiii apa dayaaa… melihat toge yang kualitasnya sudah agak memprihatinkan, harus segera diolah. Mencoba membuat bakso-yang tak bulat dan rasanya gagal karena memang ga nyari resep dulu, hanya pakai terigu-telur dan daging giling plus garam-merica, harusnya bikin bakso kaya apa sih? Hahahaa… Kok susah yaaa dibentuknya, dan rasanya kebanyakan terigu, hahahaa… Ini saya kok pede bgt sih, bikin bakso tanpa cari tau dulu gimana cara bikinnya… Karena kesok tauan iniii… terpaksaaaa, membuang sebagian besar masakan, karena rasanya mual… _ _” ngebayangin rasanya bakso mamang-mamang di Bandung ternyata ga membantu sama sekaliii…
Sebenernya, kemarin, Alhamdulillaaaaah dapet makan enaaaak, sayangnya engga sempet didokumentasikan, karena menunya langsung dilahap dan habiiiis… Dateng ke keputrian seantereo Baden Wuttemberg dan dapet nasi kotak yang isinya uraaap (huwaaaa!), ayam balado, daging dan telor bacem, dan kentang keju (Akhirnyaaaaa….ngerasain menu yang beragam, alhamudlillaaaah). Pulangnya lumayan maleeem, dan makan malem bareng teman-teman dengan menu ikan dan ocehan dari orang Rusia tentang negaranya,,, Alhamdulillah, selain ikan dengan sambel dabu-dabu dibikinin bakwa sayur sama Vega dan Hajrah, ^^.