Jalan-Jalan: Menautkan hati di Karlsruhe

IMG_20160227_123038.jpg

Minggu ini, berkunjung ke kota Karlsuhe, kota yang jaraknya sekitar 80 km dari Stuttgart, membutuhkan waktu sekitar 54 menit dengan menggunakan kereta IRE atau 1.30 menit dengan kereta RE untuk bertemu dengan muslimah Indonesia se-Baden Wuttemberg :). Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Karlsuhe Institute of Technology, sebagian besar sedang berjuang menyelesaikan kuliah sarjananya. Di Karlsuhe ini, banyak mesjid yang bisa dipakai untuk menyelenggarakan berbagai kajian keislaman. Bahkan, menurut teman saya  di pusat kotanya yang dikiri-kanan jalannya penuh dengan toko, ada tempat untuk sholat juga kalau seharian berbelanja. Berbeda dengan di Stuttgart, kami menyelenggearakan studi keislaman di sebuah ruangan basement universitas untuk Islamic community. Pernah ada kajian setahun sekali untuk muslim, diselenggarakan di ruangan kampus Universitas Stuttgart. Sejak berbulan-bulan di Stuttgart, belum pernah saya mengikuti kajian Islam dan sholat di mesjid, meskipun saya tahu ada beberapa mesjid di Stuttgart, tapi saya baru  mengunjungi satu mesjid Turki, itupun  hanya sekedar lewat untuk berbelaja di toko halal yang terletak di samping mesjidnya. Parah yaaa saya, PR buat saya untuk mengunjungi mesjid-mesjid di Stuttgart.

Mesjid Annur, punya halaman yang luas dan ruangnyaaa juga cukup menampung berpuluh-puluh jamaah. Saking excitednya, saya lupa buat mengambil foto mesjidnya. Tapi kalau penasaran, penampakan mesjidnya, bisa klik disini.  Duh, rasanyaaaa… supeeeer haruuuu, mendengar adzan lagi setelah berbulan-bulan disini juga menyaksikan sholat berjamaah dari berbagai ras menjadi satu.

IMG_20160227_131019

Untuk kajiannya, diikuti sekitar 20 orang (atau lebih) muslimah 🙂 yeayy, senaaang bangeet bertambah kenalan baruuu. Setelah kajian,kami dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti games yang diselenggarakan di beberapa titik pusat kota, titik pertama depan sebuah pusat perbelanjaan… titik kedua di depan museum nature kunde, dan titik terakhir di taman belakang kastil…Ditengah cuaca yang sangat cerah, namun dingin menusuk tidak mengurangi keseruan. Bagaimana, games-games tersebut bisa membuat kami sekelompok bertambah dekat, juga bagaimana di games terakhir: selain bertambah wawasan keislaman saya juga membuat saya tersadar betapa wawasan keislaman saya tergeruuuus drastis :(, mesti banyak baca buku Islam lagi.  Selama games-games tersebut,  rasanyaaaa  melintasi lorong waktu belasan tahun silam… T__T.

Ketika bersama-sama menggemakan takbir  di tengah keramaian kota dan di taman yang sedang ramai-ramainya ..semogaaa bukan hanya sekedar tataran kata-kata saja, I am proud to be Muslimah , tapi terus berusaha memperbaiki diri menjadi sosok muslimah yang berakhlak Islami.

IMG_3350
Satu tim, di depan Naturekunde museum

Saya berjanji akan kembali mengunjungi Karlsuhe, karena sepertinya saya cuman mampir sebentar, belum mengeksplor banyak sudut kota ini :D. Juga berjanji untuk bertemu dengan teman-teman yang lain di kesempatan yang lain juga di kota yang lain. Yah, hati kami telah tertaut di Karlsuhe 🙂 Semoga ikatannya tak terputus, senantiasa berpadu dalam kebaikan.

PS. karena superduper dingin, menghindari tangan yang membeku, saya hanya membawa tanda mata dari Karlsuhe sedikit saja… semoga di kesempatan yang lain, bisa mengambil tanda mata lebih banyak lagiii… 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tidak Dikategorikan