Three answer

Seseorang mengirimkan pesan di massager FB

“Remember that there is only one important time and is Now.
The present moment is the only time over which we have dominion.
The most important person is always the person with whom you
are, who is right before you, for who knows if you will
have dealings with any other person in the future.
The most important pursuit is making that person, the one
standing at you side, happy, for that alone is the pursuit
of life.”

itu kutipan dari cerita Three Quoestionnya Leo Tolstoy. Kutipan atas jawaban atas pertanyaan seorang raja : “what was the right time for every action, and who were the most necessary people, and how he might know what was the most important thing to do”

Temen saya ini, baru laporan, kalau dia suka ceritanya Tolostoy ini… padahal dua bulan yang lalu dia bilang ga terlalu  suka baca- salah satunya baca buku sastra- katanya  bosen dan ga menarik ceritanya. Terus saya tanyaaa, emang pernah baca buku apa ajaaa? Terus dijawabnya baca buku yang diwajibin di sekolah, hahaaa, langsung saya ketawa, pantes ajaaaa ga suka baca buku…  Terus saya bilang ke dia, sebenernya kamu bukan ga suka baca buku, tapi belum nemu aja buku yang pas dan enak dibaca 😀 Terus akhirnya, dia minta referensi buku-buku.  Oke, akhirnya saya kasih aja secuil ebook yang ada di HP, karena seabrek ebook yang ada di hardisk ga bisa diakses-dikarenakan si sayahnya lupa bawa kabelnya, dan karena harga  kabel hardisk  lebih mahal daripada hairdryer jadi semacam ga rela beli lagi  _ _’

Akhir-akhir ini malah dia cerita kalau  dia keranjingan bacaaaa…. baca buku ini, itu… bahkan baca reviewan bukunnya juga… hiks… malah sayanya yang  kendor semangat baca bukunya,  belum baca  apa-apa di bulan ini,

terus yang bikin meleleh sebenernyaaa,,,,

danke kak for sharing many things with me..
 
feel bless have to know you 
Hikshikshiks….
sebenernya saya yang lebih bersyukur mengenalnya, diusia yang masih jauh lebih muda dari saya, bisa mencapai banyaaak hal-jauh dari apa yang telah dicapai ketika diusianya, untuk impian-impiannya, untuk tekadnya yang ingin membuat sesuatu perbaikan dan perubahan. Oh, sebenarnya dia yang lebih banyak berbagi daripada saya. Terus berasa sebenernya, ga punya banyak hal buat dibagi (mau itu ilmu, keahlian, atau pengalaman)… Jadi… buat saya, ini semacam… cambuk, lecutan agar saya bisa belajar banyak hal agar bisa lebih banyak lagi berbagi.

 

Tidak Dikategorikan

Tinggalkan komentar