New Planet

Akhirnyaaa, alhamdulillah segala administrasi kampus sudah beres, semua kartu sudah diterima. Sudah registrasi kependudukan, besok udah bisa mengurus  resident permit karena baru saja surat dari asuransi tiba. Harus berterimakasih lagi sama Elma, yang meluangkan waktu buat ketemuan, menyerahkan surat-suratnya daaan membantu menterjemahkan karena semua dokumen surat menyurat berbahasa Jerman. Kartu bank tinggal ditunggu dalam minggu ini atau pekan depan.

Sesuai dengan tekad saya yang  mau beranjak dari dunia peradministrasian ke planet  perkuliahan. Daaaan… welcome to the hectic planet!!! (heuuu, telat banget yah, baru tune-in setelah sebulan dimulai perkuliahan. ketinggalan. banyaaaaaaaakkk!).

Ada dua hari dimana saya kuliah superduper padatnya,  hari Selasa dan Rabu. contohnya hari Selasa dimulai dari 8.00-11.15 mulai kuliah  di kampus Veihingen dan  keluar lebih awal, lari-lari ngejar bus menuju Max Planck Institute (MPI) buat kuliah  phase transformation  jam 11.15-12.45, terus makan siang sebentar di kantin MPI dan lanjut sholat di perpustakaan MPI, lanjut kuliah   Materials Characterization di jam 13.3o-16.00 dan bersambung jam  17.00- 18.30 untuk kuliah The Physics  of Materials Surface. Pulang-pulang, kepala berasa beraaaat banget. Tapi masih harus ke kantor asrama mahasiswa (wohnungreferat) buat nyari tempat tinggal.  Untungnya wohnungreferat yang dituju, satu-satunya yang buka di jam 19.00-20.00 itu dekat dengan tempat yang saya tumpangi sementara. Ketika saya mencari alamatnya, saya melihat segerombolan mahasiswa dari kejauhan, ketika mendekat, mereka juga sedang menunggu wohnungreferat dibuka. Hampir sebagian besar berasal dari India, mereka asyik mengobrol, saya mencuri dengar, katanya setiap datang ke wohnungreferat, housmasternya langsung bilang “no..room, no…room“. Deg. saya udah pasrah, sambil menggigil, memohon pertolongan sama Allah untuk dikuatkan.

Di tengah gerombolan para lelaki itu saya sendiri, tiba-tiba ada perempuan manis berambut pirang yang mendekat dan  bertanya dalam bahasa Jerman,  yang artinya mungkin wohnungreferat belum buka ya kepada gerombolan lelaki itu… mereka menjawab, belum..padahal waktu sudah pukul tujuh lebih. mungkin sudah lebih dari 15 menit kami menunggu pintu terbuka, berharap cemas setiap ada orang yang lewat. inikah housemaster. dan desah kecewa ketika yang lewat, hanya sekedar lewat tidak membukkan pintu. udara semakin dingin. Saya tersenyum pada perempuan itu. Kemudian tak berapa lama, housemaster datang membukakan pintu, dan gerombolan lelaki itu langsung memenuhi ruangan yang tak seberapa luas. Saya dan perempuan itu tertinggal di luar ruangan, bagaimanapun, kami memang yang datang setelah gerombolan lelaki. Lalu saya bertanya kepadanya, apa tujuannya datang ke wohnungreferat.Dia bilang ingin menyewakan kamarnya di bulan januari sampai febuari. Langsung saya bilang, bisakah kamarnya disewakan kepada saya. kemudian obrolan berlanjut. Dan dia bilang akan pindah ke apartement, kontrak sewa sampai maret. Saya minta padanya untuk sesuai dengan kontrak biar saya bisa tinggal sampai maret. Yaaaa, alhamdulillaaaah. akhirnyaaaaaa dapet kamar juga T T. Rasanya bahagiaaaa bangeeet, rasa syukur yang sangat pada Allah, karena saya udah diperingatkan sama senior kalau mencari kamar di bulan Januari ke atas agak susah, yang gampang desember januari karena rata-rata orang berlibur. Dan saya tak perlu menunggu. Saya dipertemukan, atas izin Allah. Tambah bersyukur, karena dia akan berlibur di pertengahan desember, maka saya bisa menempati kamarnya dari tanggal 16 Desember. such a bliss. Meskipun, baru mendapatkan kamar sementara, saya sedikit bisa menghela nafas lega. Tentunya masih perlu banyak usaha, masih harus dateng ke setiap wohnungreferat masing-masing asrama karena tadi abis dari kantor pusat asrama studentenwerk, dia bilang mustahil saya bisa dapat kamar di bulan April, paling engga di bulan Mei atau Juni =( karena ribuan yang berada di waitinglist di atas nomer saya. hiks. Tapi saya harus tetap yakin, entah bagaimana caranya, menembus ketidakmungkinan, semoga saya bisa mendapatkan kamar bulan April. Jadi babak perjuangan mendapatkan kamar masih tobe continued.

Dalam jadwal saya, masih ada waktu kosong di hari Senin dan Kamis… saya masih ragu sebenernya ambil kuliah tambahan atau engga untuk mengisi kekosongan. Yah, kekosongan yang gegara saya telat datang, ga bisa ngambil laboratorium jadi harus ngambil mata kuliah pilihan sebagai pengganti. Permasalahannya, mata kuliah pengganti  yang ditawarkan di semester ini sebagian besar berbahasa Jeman. Daaaan, kuliah yang topiknya keren dan saya pengen itu dalam bahasa Jerman. Hiks. Secuil  mata kuliah yang berbahasa Inggris, semacam optoelectronis,  laser and light sources, characterization by elastic wave… tapi…ini semacam… *yeah, welcome to the new planet, alien.

Saya kira karena programnya bahasa Inggris, maka mata kuliah pilihannya pun dalam bahasa inggris baik yang terkait subjek ataupun engga. Nyatanyaaa, itu yang ga saya tahu. Kalau saya tahu, saya tidak akan mencukupkan diri dengan bahasa Jerman saya yang cuman sekedar menyapa dan menawar 😦 saya akan meneruskan kursus berbahasa jerman atau memohon-mohon penangguhan keberangkatan untuk studi bahasa Jerman intensif. Tapi dengan berandai-andai tidak merubah kenyataan. Strateginya, mungkin saya mengambil kuliah seadanya. Berusaha yang terbaik di setiap mata kuliah yang diambil. Meskipun, dengan begitu ada kemungkinan tidak tepat waktu lulusnya. Setidaknya strategi itu lebih mending  daripada saya banyak mengambil ini-itu dan ga bisa menaklukannya dengan kemungkinan ga lulus dan ga bisa melanjutkan studi sampai tahap akhir.

Perlu banyak adaptasi di planet ini, tak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tapi di  lingkungan perkuliahan dituntut sekali kemandirian,  semua self-service. Ga ada mamang-mamang fotocopy yang bantuin motokopi diktat atau buku. Ga ada pertugas perpus yang nyatetin pinjeman buku dan nerima pengembalian buku. Ga ada petugas TU yang berbaik hati ngingetin waktu mau ujian dan ngedengerin curhatan ga jelas. Ga ada dosen wali yang ngemarahin gegara nilai jelek dan nyaranin ngambil kuliah ini-itu. Ga ada bundelan soal tahun lalu yang bisa dipelajari apalagi tutorial dari senior. Ga ada pelayan yang bawain makanan dan beresin peralatan makan  setelah selesai makan di kantin. Apalagi mamang-mamang yang jualan bakso yang nyamperin sampe lab buat nganterin pesanan… ga adaaaaaa…..ga adaaaaaa……ga adaaaaaaa….

 

Tidak Dikategorikan