Brokoli ayam lada hitam, sengaja ga sesuai dengan resep yang pake daging atau ayam potom kotak juga tanpa saus tiram dan tanpa tepung. Mengandalkan berbagai jenis bawang, kecap manis, lada, garam dan paprika. Skill yang diperlukan buat masak ini, cuman menumis dan sedikit air ketika menumis daging ayamnya. Rasanya lumayaaan eatable.
Kalau yang ini, kerja keroyokan anak2 Indonesia yang tinggal di asrama Almandring. Saya cuman nyumbang bahan kangkung sama sambal terasi buat bumbu kangkungnya. Untungnya bawa macemmacem bumbu instant dari Indonesia, jadi cukup buat mengobati kekangenan anak2 Indonesia yang udah berbulan-bulan ga nyicip terasi. Kalau kangkung bisa dibeli di toko Asia market, meski harganya… cenderung berkalikali lipat dari harga sayuran pada umumnya.
Setiap ada yang bikin bala-bala saya suka teringat Emak, Ibu dari Ibu, yang rajiiin bikin berbagai gorengan. Sayangnya kerajinan mengolah berbagai penganan ringan ga menurun. Tapi disini ga ada mamang2 gorengan, jadi kepaksa kalau ngidam gorengan mesti bikin. Semoga bisa bikin sendiri, lain kali.
Spaghetti saus bolognese, dengan mengandalkan saus yang dibeli =P hmm.. agak rempong ngebayangin bikin saus sendiri. Skill memasak: rebus dan tumis. Hehe…
Daaaan, tiada minggu tanpa kehadiran nasi goreng. Bumbu kada putih, garam, serbuk cabe, tumis bawang bombay dan paprika. Ditambah wortel, buncis dan telur. Untungnya ga keasinan, berasa masukin garam banyak =D agak kurang minyak jadi ada beberapa sayuran yang gosong. Masih eatable =)

Benar-benar orang Indonesia adalah ketika sarapan nasi dengan orak-arik telur-wortel-paprika dan bawang bombay dengan crispy ikan yang dibawa dari Indonesia 😀



