Minggu ini rasanya supeeerduper padet, karenanya (akhirnya) ngambil dua mata kuliah tambahan sebagai pengganti laboratorium (meski tetep masih kurang SKSnya) berusaha mencukupkan diri, karena masih berusaha ngejar ketertinggalan *ngosngosan dan kamis-jumat ikutan workshop English Presentation dari jam 8.30 sampai jam 5 (lebih) disela dengan kuliah. Lari-lari dari satu tempat ke tempat lain, belum ditengah hujan salju… Ga sempet lagi pulang ke asrama di tengah hari, pulang-pulang juga udah tepar.
Yang patut disyukuri adalah, minggu ini saya dipinjamkan kamar selama seminggu oleh teman seasrama yang selama seminggu ini berlibur di Prancis. Alhamdulillah banget dipertemukan dengan Aleksandra, yang suka bikin kue dan suka ngajarin cara bikinnya, dengan seluruh bahan-bahan dari dia 🙂 Dan sekarang, dia meminjamkan kamarnya tanpa imbalan. Bahkan menawarkan kamarnya untuk dipakai lebih lama ketika dia liburan natal di Polandia. Sayangnya tawarannya terpaksa saya tolak karena saya sudah mendapatkan tempat tinggal sementara selama 3 bulan. Ohyah, sempet ada drama menyangkut kamar yang akan saya tinggali dari pertengahan desember ini. Karena ada proses pengecekan kamar yang bikin saya baru bisa pindah di bulan Januari sesuai dengan kontrak… Padahal…padahaaal, saya udah bilang-bilang ke orang-orang kalau mau pindahan 17/18 Desember, bahkan Elma bilang akan membantu pindahan dengan mobilnya, yang paling ngenes sudah menolak tawaran Aleksa. hiks. Akirnya, bersama Lisa, yang mau nyewain kamarnya,  saya datang lagi ke wohnungreferat. Ternyataaa… penanggungjawab asrama yang bertugas saat itu, tidak bisa berbahasa inggris, untungnya Lisa asli Jerman… yang pastinya Jago bangeeet Jermannya. Alhamdulillah. Bertambah lagi rasa syukur saya, drama ini berakhir happy ending. Saya bisa pindah sesuai dengan rencana, meskipun kontraknya baru di bulan Januari. Bertambah lagi rasa syukur saya karena,  Lisa ga memungut biaya tambahan, meskipun saya tinggal di kamarnya dua minggu lebih lama dari kontrak 🙂
Alhamdulillah, ikutan workshop English presentation skills,  bukan hanya latihan presentasi tapi juga dapet masukan  tentang bodylanguage biar ga nervous dan PD pas presentasi. Si saya yang kalau presentasi, kondisi kaki ga firm, kondisi nyantai, terlalu banyak gerak tangan dan juga perlu latihan intonasi bicara dan kecepetan ngomongnya. Asyiknyaaa pas final presentasi pendengar dikasih peran; ada yang tukang nanya, ada yang maenin HP terus, ada yang kebelakang, ada yang over antusias, ada yang jadi penggoda, yaaa… Jadi kaya mengkondisikan untuk tetap tenang selama presentasi walaupun ada berbagai macam distraksi. Sejauh ini, workshop yang paling oke yang pernah saya ikutin. Ohyah, direkam juga pas presentasinya, biar bisa mengnalisis, misal liat gambar tanpa suara, analisis suaranya aja tanpa gambar… abis itu dikasih masukan buat perbaikan ke depannya. Bagusnya yang ikut sedikitan, cuman 6 orang, jadiii bisa lebih tereksplor satu-satu.  Sayangnya, ga bisa ikutan full karena harus ikutan kuliah, dan  terlanjur ada janji ngambil barang hibahan dari temen kuliah dulu. Tambah lagi beryukur karena ketemu orang Jerman yang pengen belajar Indonesia sebagai gantinya dia mau ngajarin aku bahasa Jerman… Yeaaayyy… such serendipity… 🙂
Ohyah, alhamdulillah bertambah lagi barang gratisan dari temen yang pernah mukim di Stuttgart, tapi kemudian pindah. Alat makan dan masak, handuk, dan selimut 🙂 Dan insyaAllah awal desember akan ketemuan sama temen ini, karena dia akan mampir di Stuttgart 🙂 Juga bertambah keluarga-yang dititipin barang, ternyata suaminya satu almamater, meski angkatannya jauuuh diatas- Selalu, Allah memberikan kejutan-kejutan dalam setiap perjalanan. Setelah lari-lari berkejaran dengan waktu dan nyasar-nyasar plus kedinginan saya dijamu dengan bakso (YAK! BAKSO hangat), martabak, risoles 🙂 Whuaaaaaa, perut dan hati saya menjadi menghangaaaat.
Meskipun segalanya dalam minggu ini tak mudah, tapi banyak hal yang patut disyukurii…. Alhamdulillah, sudah melewati berbagai tantangan dengan pertolongan Allah-yang memberikan pertolongan dengan skenario yang tak terduga.