We are family

she: So, you don’t have any friends or family here?
me: Not yet
she: oh, We are family right now

Begitulah, Allah mempertemukan kami dan sangat besar kasih sayangNya sehingga mempertemukan aku dengan keluarga baruku disini. Pertemuan yang tanpa diduga atau direncanakan. Dia melihatku menggeret-geret koper super besar dari arah yang tidak semestinya. Dia merasa, aku perlu bantuan. Dia menawarkan untuk tinggal sementara di ruangan keluarganya sembari aku mencari tempat tinggal.
Menawarkan diri untuk membantuku melewati pekan-pekan pertama di Jerman, mengajakku berputar-putar mengenali daerah sekitar dengan mobilnya; menunjukkan toko, tempat aku belajar. Juga menyiapkan makan malam juga sarapan. Tidak hanya untuk hari ini, tapi untuk besok dan besok nya sampai aku mendapat tempat tinggal. Dia membuatkan to do list, bukan untuk aku kerjakan, tapi untuk kami lakukan. Dia akan menemaniku mengurus asuransi, rekening bank, juga membantu mencarikan aku tempat tinggal sementara, dsb

Apa yang membuat orang yang tak saling mengenal bisa secepat itu menganggap sebagai keluarga: karena kami sama-sama Muslim. Dan hijab, menjadi penanda, sehingga aku mudah dikenali, pun dia.  Bersyukur sekali yaaa Allah, telah dipertemukan dengan dirinya.

agak sedih sih ketika bertanya, memang kamu tidak punya seseorang yang dikenal disini? Sebenernya ada temennya temen yang mukim disini sama-sama dari negara yang sama, tapi dia menolak untuk mengulurkan bantuan =D apalagi menawarkan bantuan atau membantuku ini-itu. meskipun dia tau aku masih kesulitan mencari tempat tinggal. mungkin dia sibuk atau banyak urusan, tapi keluarga baruku dari Yugoslavia dan India, dia juga punya kesibukan, dia bekerja sekaligus menjadi seorang Ibu dari dua orang anak kembar lelaki berusia 10 tahun. Jadi  tentu saja dia sangat sibuk. Tapi dia berkata, Allah mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan dengan keluarga baruku yang meruntuhkan sekat-sekat antar negara.

Tidak Dikategorikan