Au revoir

Dia bilang dia tidak berkerja, dia hanya bermain-main ketika saya bilang betapa dia telah sangat bekerja keras, lebih dari delapan jam tiap harinya, berfikir, berdiri berjam-jam, tidur terlentang di bawah instrumen, memanjat, mengotak-atik berbagai instrumen yang bermasalah-yang dia anggap sebagai mainannya. Yaaaaak… instrumen yang ‘njelimet’ itu dianggapnya sebagai mainan. Dia bilang dia suka membetulkan barang-barang yang rusak. Katanya… “dishwasher is an art”, bisa belajar banyak hal dari dishwasher, berbagai fenomena-fenomena fisika. Dia bilang, harusnya dosen membawa barang-barang yang rusak ke dalam kelas untuk dipelajari. Dia menyayangkan, di banyak negara termasuk Perancis, mengurangi jam praktek. Jadi semakin jarang orang yang mempunyai tangan terlatih (termasuk saya, jleeeb). Saya disarankannya untuk mengotak-atik barang yang rusak, kalaupun tidak bisa diperbaiki kan sudah rusak, tidak ada ruginya. Kalau misal bisa diperbaiki barangnya bisa dihibahkan pada orang-orang yang membutuhkan.
Dia bilang dia dulu kesulitan dalam mengeja sampai sekarang tapi dia suka fisika dan matematika. Dia suka mengetahui bagaiamana cara kerja barang. Kemudian dia melanjutkan ke sekolah kejuruan lalu bekerja di lembaga riset, pindah ke perusahaan, sampai akhirnya membuat perusahaan yang membuat berbagai alat dimana sampai sekarang perusahaannya sudah berumur 30 tahun. Saya yakin, perusahaannya bisa bertahan bukan semata-mata karena menguntungkan saja tapi juga karena memang dia suka (dia mengakui sangat menikmati waktu membuat dan memperbaiki alat). Meskipun sekarang seharusnya sudah pensiun, tapi dia masih ingin tetap bermain-main agar dirinya tidak cepat tua katanya. Dengan pengalamannya, dia tidak tampak sombong atau berbangga-bangga… juga dia tidak terlihat seperti seorang pemilik dan pendiri perusahaan. Tapi kepandaian,kebaikan dan keramahannya yang terpancar.

Ah, saya sukaaa, karena meskipun dia sangat serius dengan apa yang dia lakukan, dia lucuuu… hahaaa =)) terus meski dia sudah berumur 73 tahun, tidak terlihat renta. Disitu saya merasa malu, karena saya merasa lelah padahal yang saya perbuat tidak ada secuilpun dari apa yang dilakukannya. Kalau dia, kelihatan bekerja padahal dia merasa sedang main-main. Kalau saya, merasa telah bekerja padahal selama ini saya cuman main-main saja.

Ohyah, dia juga masih mengingat istri nya ketika disuguhi buah Naga, dia bilang istrinya pasti sukaa… Dan ini, membuat saya mendapatkan ide untuk memberikan oleh-oleh buat istrinya ^^

Ketika akan pulang dia bilang, you know what vacation means.. go to the new places, meet a new people.
Padahaaaaal yaaa… sejak dia mendarat di Indonesia, dia langsung bekerja, setiap hari dari pagi sampai malam, pun pada hari keberangkatannya di penerbangan malam, sampai sore dia masih bekerja. Jadi ga ada waktu tuh buat jalan-jalan atau berburu oleh-oleh. Artinyaaa, buat dia meski dia bekerja berasa liburan. Whuaaaaa…. gitu emang kalau melakukan apa yang disuka.

image

Itu diaaa, yang membuat saya berusaha untuk tetap tersenyum selama sepekan ini.

Au revoir Francơis =)

Tidak Dikategorikan