Ibu saya, setiap saya meminta izin berpergian, berpesan… ga perlu bawa oleh-oleh yang penting pulang dengan selamat, …..dan berbagai petuah untuk selalu menjaga diri 🙂
Ayah saya, ga komentar tentang oleh-oleh. Cuman nanya berapa lama dan kapan pulang.
Adik saya, meminta saya mengambil foto-foto yang bagus sebagai oleh-oleh. Malah kadang oleh-oleh kaos yang mencirikan daerah tertentu malah ga dipake.
Pas pulang, ketika bertemu keluarga inti (ayah-ibu dan adik) yang ditanya pertama bukan oleh-olehnya, tapi gimana disana… Lebih ke kondisi diri. Sangat memaklumi, misalnya kalau saya pergi ke manaaa dan ga bawa apa-apa. Menerima alesan ga sempet dan males beli oleh-oleh. Meskipun sebenarnya mereka seneng-seneng aja kalau saya bawain oleh-oleh. Tapi, ga pernah dijadikan sebagai kewajiban jika berpergian mesti bawa oleh-oleh.
Mungkin karena orang-orang terdekat di keluarga ga menuntut oleh-oleh, saya jadi ga jago dalam merencanakan pembelian oleh-oleh, juga pas realisasinya, saya malah gampang teralihkan; dengan pernak-pernik yang saya suka, bukan fokus mencari oleh-oleh khas untuk orang-orang. Maka pas pembagiannya, saya suka pusing: seringkali kurang, juga kadang ga sesuai, malah kadang berlebih karena ga ketemu-ketemu sama orang yang mau dikasih -___-‘
Buat saya, ingin sekali memberikan tanda kenangan buat orang-orang yang tau saya pergi tetapi kadang apa yang saya kira mereka bakalan suka menerimanya, mereka tidak suka. Juga kadang, apa yang saya kurang bagus dianggap bagus. Ah, jadinya suka serbasalah.
Update
sekarang ternyataa…kalau pergi-pergian di Indonesia dan kalaupun ga pergi-pergian bisa belanja oleh-oleh secara online di http://pesonanusantara.co.id/ *yeaaayyy! Ga perlu ribet lagi deh soal oleh-oleh