Bakalan kangen

image

Waktu pertama kali masuk kerja, dibilangin sama sesepuh di tempat kerja, anggap temen kerja kamu seperti keluarga. Dan salah satu yang saya syukuri dari kerjaan saya itu temen-temen yang baik, asyik, seru, dan berasa kekeluargaannya.

Hari ini, kami kehilangan salah satu anggota keluarga kami. Pak Zay namanya. Sedih rasanyaaa.. Semenjak ada pooling pegawai teladan di lingkar terkecil tempat kerja, Pak Zay selalu menjadi yang paling teladan. Kerjaan yang diserahkan sama beliau ini mesti beres. Dan orangnya juga baik, ditengah numpuknya kerjaan, dia selalu tampak santai dan senang bercanda, padahal dengan beban kerja segitunya bisa bikin orang stress. Pak Zaaay…. Sering banget saya repotin dan gangguin dengan kehebohan saya selalu ditanggapi dengan tenang sama Pak Zay. Bereees, katanya.

Waktu nengok ke rumah sakit hari Sabtu, masih ketawa-ketawa, meski berat badannya menyusut drastis, mukanya tirus dan pucat. Kata istrinya, Pak Zay itu meski sakit masih mikirin keluarganya, ga mau dirawat di rumah sakit yang jauh dari rumahnya karena kasian sama istrinya yang mesti jauh bolak-balik, padahal di rumah sakit yang terdekat itu fasilitasnya kurang. Aaah, banyak lah saya denger kebaikan-kebaikan Pak Zay. Dan orang-orang merasa ga percaya. Pak Zay meninggal?! Inalillahi wa inna ilaihi rojiun. Langsung merasa kehilangan. Ga ada yang menyangka. Masih 41 tahun. Umur. Tak ada yang tahu batasnya.

Saya membayangkan istrinya yang harus membesarkan  putri terkecilnya yang masih berusia 3 tahun. Melihat ketabahan di wajah istrinya, anak-anaknya…. Hiks

Pak Zaaay, saya bakalan kangeeen bangeeeet. Pak Zay selalu ada di hati kami juga dalam do’a-do’a yang kami panjatkan…

Tidak Dikategorikan