Untuk sebuah pertunjukan seni, tak ada cara cepat bagaimana menyajikan pertunjukan dengan sempurna. Harus ada sebuah proses yang tidak instant. Hanya satu jalan yang harus dilalui: latihan…latihan, terus latihan. Bukan cuman di bidang seni saya rasa, di bidang olahraga juga, di semua bidang sih harusnya.
Untuk menghargai sesuatu, ada baiknya membayangkan proses dibaliknya…
Berada di taman Suropati, menyaksikan mereka yang berlatih memainkan alat musik, membuat saya berfikir bahwa selama ini saya termasuk generasi instan, terbiasa menghafal rumus cepat, membaca bagaimana cara membaca cepat, dan lebih memilih segala hal yang serba instan (termasuk membeli mie instan daripada memasaknya sendiri). Ada baiknya saya mulai berlatih untuk menikmati sebuah proses:Latihan, latihan dan terus latihan untuk menguasai sebuah keahlian, bukan mempelajari cara cepatnya =D
Kemudian teringat Ibu saya, yang seringkali mengutip peribahasa Sunda, ketika saya mengeluhkan sulitnya belajar sesuatu.. “Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok. Yang artinya, air setetas demi setetes jatuh di atas batu, lama kelamaan batunya akan menjadi cekung.
Yaaak, menyenangkan sekali menghabiskan waktu di sini 🙂 lain kali, mau buat tulisan tentang review taman-taman aaah.


