Keajaiban

Pernahkah kamu merasakan keajaiban? Sesuatu hal yang kamu merasa tak mungkin namun ternyata kamu mendapatkannya…merasakannya…

Keajaiban yang kurasakan pada tahun ini berkaitan dengan konser.

Masih ingatkah kamu, dulu… ketika kamu menghubungi aku, dan aku bilang aku sedang berada dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta? Aku bilang, aku memenangkan kuis yang berhadiah tiket konser pertunjukan musik klasik. Saat itu, lalu-lintas tol Cipularang sangat padat, sebuah hal yang wajar di hari Minggu. Aku bilang, aku berharap adanya keajaiban, minimal aku bisa menonton satu atau dua lagu saja. Sebetulnya aku tak mengharapkan adanya keajaiban lagi, karena buatku mendapatkan tiket ini, kesempatan untuk menonton konser “Palestine National Orchestra” saja adalah sebuah keajaiban.

Jauh sebelum hari itu aku (dan temanku sesama penyuka musik klasik) dihadapkan dua pilihan konser musik klasik, selain Palestine National Orchestra  ada  Les Musician Du Louvre Grenoble Orchestra dari Perancis. Berhubung waktu konser berdekatan maka kita memilih membeli tiket yang dari Perancis dengan pertimbangan tiket  Palestina lebih mahal 😀 Beberapa hari sebelum konser Palestina, aku masih berharap bisa ikutan konser ini dengan mengikuti kuis dari Addie MS di twittenya. Akan tetapi, nampaknya keberuntungan masih belum berpihak kepadaku. Karena konser diselenggarakan dua hari, iseng-iseng hari Minggu pagi, aku cek lini masanya Addie MS agar tau suasana konser di hari Sabtu, ternyataaa Adie MS mengadakan kuis dengan pertanyaan”apa artinya musik klasik untuk perdamaian?” yang jawabannya dikirim melalui email. Iseng-iseng aku mengirimkan jawaban. Karena aku ga yakin beruntung, jadi aku sama sekali tidak bersiap ke Jakarta. Baru sekitar pukul satu, ada notifikasi email masuk, dan aku dapat tiket untuk dua orang dan diharapkan jam 6 menukar tiketnya untuk konser jam setengah 8. Antara ga pecaya, kebingungan dan kegirangan. Heboh siap-siap pulang, heboh telpon temen biar bisa menukar tiket jam 6. Heboh cemas karena belum pesan travel. Heboh dulu lah pokoknya :))

Adakalanya, ketika kita sudah melakukan semua usaha sebisa kita dan berpasrah akan hasil akhir, lagi-lagi keajaiban aku dapatkan. Sesampai di Jakarta jalanan lengang, jadi jam 8 aku sudah berada di Aula Simfonia, tempat konser. Jadi bukan hanya satu dua lagu yang aku bisa saksikan, tapi hampir semua lagu! Sangat bersyukur sekali berkesempatan menyaksikan konser dari musisi Palestina yang dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia untuk menyuarakan perdamaian. Konser ditutup dengan sangat indah lewat lantunan musik dari daerah Indonesia.

Desember, aku diingatkan kembali oleh seorang teman akan keajaiban yang kudapatkan di akhir bulan Maret. Ceritanya, aku mendapatkan informasi konser piano klasik di Goethe, tapi ketika akan membeli tiket, tiket sudah habis. Jadi kita menunggu kalau ada yang cancel. Temanku bilang percaya dan yakin, inget kan konser Palestina yang kita udah merasa tidak mungkin bisa nonton ternyata bisa. Ternyataaa… temenku yang guru musik membantuku mencarikan tiket yang akhirnyaaa… aku dan teman-temanku bisa menonton konser itu. Yah, ajaib! Aku mendapat tiket, tidak melalui penjualan tiket resmi, melalui jalur pertemenan dan harga tiket dijual normal 🙂

Karena dapet konfirmasi tiket konser piano, pada hari itu aku kemudian teringat akan sebuah konser “Jakarta Philharmonic Orchestra” yang diselenggarakan di TIM tanpa tau info lebih lanjut mengenai pendaftaran dll, hanya info tanggal-waktu-tempat. Info itu aku dapet dari retwetan teman, temenku yang kutanya info lebih lanjut tidak memberikan respon, juga ketika kutanya jadi ke TIM atau tidak.

Waktu itu, magrib aku sadar akan acara ini (biasanya kan lupa tanggal dan hari)…  Berkali-kali membandingkan info di twitter dengan kalender 😛 Kemudian grasak-grusuk bersiap-siap… Tanpa tau, acara apa, penyelenggara siapa, harga tiket, aku nekad dateng ke TIM buat pertunjukkan jam setengah 8.  Saat sampai diTIM, bertanya pada satpam tentang tempatnya, kemudian bertanya pada panitia tentang tiket… Taraaaaaaaaa….tiket menonton GRATIS!!!! Plus disana disediakan makanan khas Betawi juga sebelum konsernya!!!!

aaaahhhh…. ajaaaaibbbbb bangeeet!!! Ternyata, konser ini untuk memperingati 100 tahun meninggalnya Ismail Marzuki. Jadi, Jakarta Philharmonic Orchestra memainkan karya-karyanya Ismail Marzuki. Konsernya kereeeennn pake bangeeeettttt!!!! Ya Allah, terimakasih banget udah memperjalankan aku kesini 🙂 Jadi tau Jakarta Philharmonic Orchestra, jadi tau karya-karyanya Ismail Marzuki. Padahal, tanpa ada rencana.

Aku percaya bahwa sebenarnya banyak keajaiban yang terjadi dalam hidup kita tanpa kita sadari. Yaaaahhh, aku berharap di tahun yang akan datang aku semakin mendapatkan berbagai keajaiban-keajaiban. Dan semakin bersyukur akan keajaiban-keajaiban yang terjadi. Buatku, tidak ada keajaiban kecil. Sekecil apapun keajaiban tetaplah keajaiban! Dan aku, akan terus mengusahakan keajaiban terus datang dalam hidupku…bukaaan…bukaaan hanya keajaiban terkait konser saja! Tidak sabar untuk menceritakan keajaiban-keajaiban lainnya 🙂

Semoga kamu, merasakan juga keajaiban-keajaiban!