ODOJ

image

Banyak alasan kenapa saya mulai jarang tilawah 1 juz setiap harinya semenjak saya bekerja… Ga ada waktu lah, sibuk lah, cape lah… Kebiasaan saya bawa Qur’an kemana-mana uđah jarang dilakukan, ngapain juga dibawa kalau ga pernah dibaca, cuman ngeberat-bertani aja pikir saya. Lalu, perasaan bersalah saya ketika tidak bisa baca 1 juz perhari tidak lagi terasa… malah lama-lama suatu hal yang ajaib sekali saya bisa meluangkan waktu membaca Qur’an.
Namun, beberapa hari lalu, saya ternyata bisa membiasakan diri membaca Al-Quran #onedayonjuz (ODOJ). Membaca Qur’an itu bukan menunggu keluangan waktu untuk mmebacanya. Tapi mencari waktu untuk bisa membacanya, ternyata selama inI banyak waktu-waktu yang terbuang misalnya waktu nunggu seseorang, waktu di perjalanan, dll..
Kenapa sulit selama ini? Karena tidak ada yang mengingatkan, tidak ada juga yang menyemangati. Ketika bersama-sama dari satu grup, teman yang kondisinya sama sebagai pekerja bisa menyelesaikan jatah tilawahnya, masa saya masih beralasan…’malas’. Yaaa, banyak alasan yang dibuat itu sebenarnya bersumber dari kata malas. Ketika niat sungguh-sungguh maka selalu ada kesempatan untuk membaca Al-Qur’an sesibuk apapun.
Kalau dirata-rata membaca Al-Qur’an satu juz itu perlu waktu satu jam. Satu jam dari 24 jam yang kita punya!

Tidak Dikategorikan