Menuju Puncak Cikuray

Perjalanan menunju  puncak dari Cikurai, dimulai dari jam 9.00 di teriminal Kampung Rambutan yang menjadi meeting point. Ternyataaa… berangkat-berangkat jam 11an dari Teriminal Kampung Rambutan. Jumlah rombongan sebanyak 40 orangan, sesampainya di Garut sekitar pukul 4 pagi  langsung naik truk. Jalanan berkelok-kelok tapi si truk bergerak dengan lincah… kadang beberapa tanjakan ga bisa dilewati truk dengan mulus, berkali-kali teriakan ngeri dari orang-orang di ujung bak truk ketika truk bergerak mundur…”stoooppp..stoppp…jurang-juraaaang”…  “stoop…stooppp pohon..”. Tapi saya ga bisa melihat apapun, karena masih dini hari gelap. Kadang di belokan tajam, orang-orang di dalam bak truk seperti domino yang saling menindih satu sama lain. Hahahaaaa… seru banget, tereak-tereak heboh 😛 untungnya sekeliling berkabut, kalau engga, mungkin bercampur tereak-tereak ngeri karena jurang di kiri atau kanan jalan 😦

Alhamdulillah, sampai di posko Pemancar dengan selamat , kami sholat Subuh dan sarapan  terlebih dahulu. Kami memulai pendakian  ditemani  gerimis dan kabut yang cukup lebat 🙂 Pemandangannyaaa kereeennn… melintasi perkebunan teh, perkebunan dengan kabut di sana-sini. Sementara teman saya sudah sibuk terengah-engah, saya malah sibuk mengagumi keindahan alam sekitar juga sibuk foto-foto *norak* *baru pertama kali soalnya*. 😛

???????????????????????????????
Hamparan kebun teh berkabut
???????????????????????????????
Hamparan kebun yang juga berkabut
???????????????????????????????
Numpang narsis *foto by ayuti*



Rasa excited juga mungkin yang mengalahkan rasa lelah dan medan yang berat dalam pendakian. Rasanya saya semangat untuk bisa mencapai puncak, dan ga terlintas sama sekali ketakutan saya ketika sebelum pendakian untuk tidak sampai di puncak  dan kembali turun 😛

Benar ternyata, pendakian ini menguras tenaga karena lutut ketemu jidat juga…

Terjalnya cikuray
Terjalnya pendakian di Cikuray
???????????????????????????????
Supeeeerrrr cape, istirahat dulu di pos 6

tapiii semua perjuangan itu terbayar dengan indahnya pemandangan di puncak  langit biru *sebiru-birunya langit*  dengan awannya, hingga senja yang meninggalkan semburat keemasan di langit biru, kemudian pemandangan purnama disertai ribuan bintang yang kelap-kelip kemudian dibawah kelap-kelip lampu dari kerajaan Garut 😀 Supeeerrr… romantisss… kalau saja dinginnya udara dan angin puncak gunung tidak menusuk tubuh, saya rela berlama-lama di luar tenda. Saya menyaksikan keindahan langit malam, cuman beberapa saat saja itupun sembari masak buat makan malam 😀

???????????????????????????????
Nyampe di puncak *foto by Mr. Lulaby*
???????????????????????????????
Semburat keemasan ketika senja
???????????????????????????????
Menjelang fajar

Paginyaaa, lebih seruuu… kayanya para pendaki lebih cenderung menunggu matahari terbit yaaak daripada pemandangan senja, hehe… Si sayah juga jadi ikut-ikutan nungguin matahari nongol… Seruuuu…. apalagi banyak awan-awan gituuuu, berasa negeri di atas awan deh!

 

Can I please stay in the clouds forever?
‘Cause I really like it here

Tidak Dikategorikan