Setelah dari Puncak

Ternyata perjuangan untuk mendaki sampai di puncak gunung bukanlah akhir dari perjalanan, Tetapi perjuangan yang sesungguhnya ituuu adalah ketika turun dari pendakian. Ternyata turun gunung itu lebih perlu perjuangan dibandingkan dengan mendaki. Selain medan yang tak kalah berat dengan mendaki juga kerena stamina sudah terkuras ketika mendaki.

Mungkin dalam hidup, orang bersusah payah ย untuk mencapai puncak, namun perjuangan yang sesungguhnya justru adalah bagaimana sikap kita ketika turun dari puncak tersebut. Karena puncak ternyata bukan tujuan akhir, tak selamanya kita bisa berdiam diri di puncak. Ada yang menyarankan mungkin menciptakan puncak-puncak selanjutnya untuk terus didaki. Namun, bagaimana jika sudah mendaki puncak yang tertinggi, setelah puas dengan keindahan yang ada di puncak? Maka bisa jadi untuk mencapai puncak yang jauh lebih tinggi adalah turun kemudian mendaki kembali, mendaki gunung yang lebih tinggi, kemudian turun lagi lalu mendaki lagi gunung yang jauuuh lebih tinggi. Melelahkan bukan? Namun kita takkan pernah tau rasanya puncak yang lebih tinggi jika kita tidak turun dahulu. Menyebrang dari puncak ke puncak gunung yang lain? Mungkin, hanya saja kita perlu peralatan tambahan *baling-baling Doraemon misalnya*, hehe ๐Ÿ˜€

Setelah turun, saya tak kapok untuk mendaki lagi, meski saya (katanya) harus menahan rasa sakit di kaki selama minimal 4 hari ke depan

*update* saya merasakan sakit di kaki dalam seminggu ini *hiks2*

 

Tidak Dikategorikan