Buku yang membuat nangis sesegukan

Akhir-akhir ini aku membaca buku berhubungan dengan kematian. Perjuangan dalam menghadapi kematian: Tokyo Tower, Titik Nol dan Tuesday with Morrie, juga kematian serentak yang sadis dalam Trilogi Insiden. Awalnya, aku sangat tidak menyangka ketika membeli buku Titik nol dan Tuesday with Morrie akan mengingatkan aku akan kematian.

Berbincang tentang kematian, tentulah tak menyenangkan dan menjadi kata yang mengerikan yang dapat menghisap seluruh sumber kebahagaiaan. Tetapi dari buku ini aku belajar ketika kita tahu betapa kematian itu dekat maka kita akan berusaha untuk sangat menghargai detik-detik yang ada. Dalam Tokyo Tower, Titik Nol dan Tuesday with Morrie saya belajar bahwa seberat apapun menghadapi kematian, maka kekuatan orang-orang yang terkasih di sekeliling kita menjadi bahan bakar energi yang tak pernah padam untuk tetap hidup, untuk tetap berjuang dalam kesakitan yang dirasa.

Aku berfikir bagaimana bila aku mati esok? Seperti apakah aku akan dikenang? Lebih banyak kebaikankah ataukah keburukankah yang tepatri dalam benak orang-orang disekelilingku? Lebih penting lagi, bagaimana posisiku nanti dihadapan Sang Pencipta? Mampukah aku terhindar dari siksa nanti T___T

Tidak! Tentunya aku tidak siap dengan datangnya kematian. Merasa belum cukup bekal dari perjalanan hidup di dunia ini. Sama sekali! Aku tak punya amal kebaikan yang bisa aku andalkan dalam kehidupan setelah kematian. Sampai kapan akan siap? Bagaimana jika kematian itu datang tanpa bel tanda peringatan?  Datang tiba-tiba tanpa adanya kesempatan mempergunakan sisa detik-detik untuk berjuang, untuk berbuat yang terbaik bagi orang-orang  disekeliling.

Dan mungkin aku akan lebih sedih ketika tak punya kesempatan berbuat yang terbaik untuk orang-orang yang terkasih karena terpisahkan oleh kematian T_____T

dan menyesal…

apa yang sudah aku lakukan selama ini?

*nangis sesegukan*

membayangkan akan kehilangan orang-orang yang dicintai dan dikasihi. Aakankah mereka juga menangisi kepergianku kelak? atau malah lega… akhirnya tidak ada lagi anak atau kakak atau saudari atau sahabat yang merepotkan mereka lagi?!

*makin nangis*

….kematian…

please be good with me!