(ingkar) janji

Sebel sama orang yang sudah berjanji, tapi tidak memenuhi janjinya, tanpa meminta maaf. Yah, saya bisa sangat mengerti jika sebuah janji tidak terpenuhi karena sesungguhnya tidak ada yang pasti dalam rentang waktu yang akan datang.  Mangkanyaaa, Allah menegur Rasulullah dulu, agar mengucapkan ‘insyaAllah’ (bukan makna insyaAllah yang mayoritas digunakan masyarakat indonesia untuk menolak tapi ga enak) ketika berjanji. InsyaAllah tanda kesungguhan mewujudkan janji dan kepasrahan akan adanya faktor diluar kuasa manusia.

Mungkin rasa kecewa lebih tepat daripada sebel, karena teman saya yang berjanji tidak menunjukkan rasa penyesalan ketika tidak terpenuhinya janji dan ini bukan yang pertama kalinya terjadi 😦

Mungkin buat temen saya, seakan itu sebuah janji yang tak berarti. Padahal saya sudah mencoret daftar keinginan saya di weekend ini 😦 untuk janji itu.  Ya..ya..yaa.. Saya tau saya yang harusnya mengerti dia yang sibuk dan banyak hal yang harus dilakukannya. Lalu kenapa dia tidak mengkomunikasikannya..malah berjanji pada saya 😦 dan bukan saya yang mengajukan usul sehingga membuat dia terpaksa berjanji. Dia yang pertama kali melemparkan sebuah wacana dengan teriring janji. Jika saja saya yang dari awal memintanya untuk berjanji tentu rasa kecewa saya tidak sebesar ini karena mungkin dia tidak enak menolak permintaan saya, tapiii… Aaaah sudahlah.. Beraninya saya cuman menulis di blog.

Tunggu…tunggu.. Seharusnya saya bercermin. Mungkin seringkali banyak janji-janji saya selama ini yang terlupakan. Mungkin juga saya banyak mengecewakan orang karena saya yang tidak menepati janji. Yaaah…mungkin ini sebuah tamparan yang menyadarkan saya, jangan-jangan saya memperlakukan teman saya seperti halnya teman saya memperlakukan saya *siapa tauuu*. Maka mulai hari ini, saya harus bersungguh-sungguh mewujudkan janji-janji yang saya buat (terutama janji-janji pada diri sendiri). Dan mengucap isyaAllah tanda kesungguhan juga meminta maaf untuk janji yang tidak ditunaikan.

Pelajaran lain…Mungkin.. Lain kali.. Jika teman saya itu berjanji, saya harus punya banyak cadangan rencana.. Mengantisipasi janjinya yang tak ditepati. Jadi saya tak terlalu merasa terkecewakan.