Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
(kutipan sajak Dalam Doaku, Sapardi Joko Darmono,1989, kumpulan sajak hujan di bulan Juni).
Untuk kamu rindu, yang mengkristalkan rasa dalam bait-bait doa.