Rifqi : ” winda 3 hari yang lalu saya mimpi ketemu winda
Rifqi:” winda mau ngadain acara gitu, minta saya jadi panitianya”
Winda: whuaaa
Winda: tanda kangen kayanya
Winda: 😀
Rifqi: 😀
Rifqi itu sahabat saya waktu kuliah. Meski mungkin Rifqi menganggap saya teman saja,hahaha.. Soalnya Rifqi ituu deket banget sama cewe2 lain di jurusan saya yang langka cewenya 😀
Di sisi lain, saya menganggap secara sepihak temen-temen di jurusan saya itu semuanya sahabat saya,hehe 🙂
Hmmm… Sudah lama kami tidak mengobrol via Ym/media lainnya. Dan saya merasa sangat bersalah karena sudah beberapa tahun ini agak menarik diri dari pergaulan temen-temen kuliah. Rasanya mereka berada di jalur yang tepat untuk mencapai mimpinya. Banyak hal yang berubah dalam hidup sahabat-sahabat saya beberapa tahun belakangan ini, banyak hal juga yang bisa diceritakan.
Sedangkan saya, hidup saya stagnan. Tak banyak yang bisa diceritakan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tak juga berubah jawabannya dari tahun ke tahun.
Lalu saya sadar, saya tak bisa sepenuhnya menghapus sejarah dulu, menghapus impian-impian saya, karena ternyata sahabat saya masih mengingatnya. Sahabat saya malah yakin, meyakinkan saya, saya bisa.
Lalu saya yang tiba-tiba muncul dalam mimpi sahabat saya. Aaahh…rasanya haruuu… Meski saya berusaha menghilang, saya sungguh tak dilupakan oleh sahabat saya itu T_T
Tak bisa, saya tak bisa terus berlari untuk kemudian bersembunyi. Pun mencoba menghapus semua jejak yang tertinggal. Saya adalah saya bersama masa-masa yang telah saya lewati selama ini. Saya bersama kejumudan saya.
Saya harus kembali
menyapa sahabat saya, meski tak ada kisah baru yang bisa saya ceritakan, juga jawaban yang tak juga berubah. Namun saya bisa mendengarkan berjuta kisah dari sahabat-sahabat saya. Kadang seseorang hanya ingin didengarkan tak melulu ingin mendengar. Maka kali ini saya kembali untuk mendengar.
Apa kabar sahabat-sahabat?
Saya, alhamdulillah baik karena kalian semua begitu baik 🙂