Disangka OB

Seorang Bapak sepuh di kantor, ingin mentraktir kami makan, namun kakinya masih sakit akibat dari kecelakaan sepekan yang lalu. Karena tidak tega pada Bapak sepuh yang jalannya masih terpincang-pincang  maka saya dan teman saya mengajukan diri untuk membeli makanan di warung nasi belakang kantor.

Biasanya kami meminta office boy/office girl (disingkat OB saja yaa untuk memudahkan) untuk membelikan makanan, namun kami merasa office girl sedang menunaikan tugas di tepat lain sedangkan office boy haruslah sholat Jumat. Maka berjalanlah kami menuju warung nasi dengan menu andalannya pesmol (semacam pepes ikan).

Kemudian terjadilah dialog

saya: “Bu, pesmolnya empat, nasinya empat”

si Ibu kemudian memasukkan pepes ikan empat buah ke dalam plastik.

saya: “Bu, maksud saya pepes ikannya disatuin sama nasi, empat buah”

Ibu penjual pesmol: “wah, cleaning service baru yaaah”

kemudian saya dan teman saya cuman mesem dan mulailah pembicaraan kami tentang  bakal calon walikota Bandung yang dituduh korupsi.

Tiba-tiba si Ibu berkata “Iya, Ibu yang bodo, Ibu yang salah”

Lhooo… kita ngobrol bukan bermaksud membuka jati diri kita yang bukan cleaning service kok!

Ketika sampai kantor, kami langsung menceritakan cerita ini, dan langsung sajah mengundang gelak tawa dari teman2 kerja.. kemudian, mempertanyakan tampang dan gaya kami dst…

Setelah puas kami  tertawa, lalu saya menyadari… ternyataaaa.. selama ini, cleaning service/OB itu masih dipandang rendah yaaa.. tidak boleh yaa seorang cleaning service/OB punya pengetahuan yang luas atau punya tampang atau gaya yang lumayan..