Maka tertempalah saya dengan sebuah deadline (tenggat waktu), tak hanya H min, yang berarti sehari sebelumnya tetapi saya juga seringkali masih berjuang beberapa jam sebelum tenggat waktu.
Seperti saat ini, saya baru mengerjakan laporan kegiatan pada pukul 21.00 WIB untuk dikumpulkan pada hari Senin, padahal tugas ini sudah saya dapatkan sejak Senin lalu. Apakah saya mempunyai banyak hal untuk dikerjakan? Yah, akan tetapi kebanyakan yang saya kerjakan juga tidak terlalu penting dan tidak mendesak. Akan tetapi otak saya seakan tidak mau bekerja ketika tidak dikejar tenggat waktu. Saya sudah berusaha mencicilnya semenjak Senin, namun dengan kecepatan penulisan yang tidak signifikan. Ketika dihimpit oleh perasaan tenggat waktu maka tiba-tiba otak saya merasakan pencerahan. Jurus kepepet boleh dibilang seperti itu. Kadang, saya juga memberikan tenggat waktu bayangan sebelum tenggat waktu yang sebenarnya, namun otak saya tak bisa dibohongi. Tetap saja, saya tidak bisa mengerjakan secara efektif dan tidak selesai pada tenggat waktu bayangan tesebut.
Rasanya senang sekali ketika bisa menaklukan sebuah tenggat waktu, meskipun harus begadang, seperti sekarang ini. Tetapi, seringkali saya merasa hasilnya tidak maksimal karena waktu yang tidak cukup untuk melakukan perbaikan ataupun hal lainnya dimana waktu menjadi parameter penting. Misalnya, membaca referensi dalam waktu semalam tentunya berbeda dengan membaca selama sebulan, kualitas tulisannya akan sangat berbeda.
Thanks to my random-abstract brain, yang membuat skala prioritas yang saya susuntidak sesuai dengan kenyataan yang dikerjakan. Saya menyadari bahwa saya telah keluar jalur, tapi saya menikmatinya. Padahal saya sudah membayangkan, saya sudah menyimpan bom waktu yang bisa meledak secara bersamaan. Hanya saja menuruti skala prioritas itu saya seperti tertekan *stress?* 😛
Lalu, biarlah saya bekerja dengan gaya saya, yang penting kerjaan beres kan.. dan tentu saja saya tak berhenti menata diri saya menjadi lebih baik lagi.. saya akan terus berusaha mencari cara lain agar tidak terlalu deadliner.. *setidaknya ga dalam bilangan jam* T_T
#Sebuah renungan di bulan ramadhan penuh berkah,
Semoga tidak termasuk ke dalam golongan yang deadliner dalam mengisi hidup dengan kebaikan *aaaamiiiinnnn*