Latihan yang ketiga


Sampai kapan saya memprogress latihan tennis saya? Mungkin sampai saya bisa bermain tennis… Bisa dalam artian bisa memukul bora itu dengan arah yang jelas juga bisa menerima pukulan bola dari lawan bermain.
Sampai kemarin… saya masih kacau…bahkan ada seorang Bapak yang menebak bahwa nilai fisika saya ga bagus melihat latihan dilapangan kemarin. Padahal pelatih kami sudah berbaik hati memberikan umpanan bola yang enak.. tapinya kita malah mengembalikan bola itu dengan arah yang ajaib (hampir mengenai Pak Gatot yang sedang beristirahat di pinggir tempat penonton duduk, melambung ke atas, ke arah luar lapangan, ke lapangan sebelah dimana disana sedang diadakan pula latihan), selain itu kekacauan itu terjadi karena kita tidak bisa memperkirakan jatuhnya bola, kadang hanya menebas angin, kadang malah kurang maju atau mundur sehingga bola kemana kita gerak kemana. Ada lagi: style kita, bukan style berpakaian tentunya, karena kali ini kita sudah pake kostum olahraga,,, tetapi gaya kita maen tennis… kata Pelatih, saya maen tennis kaya gebukin kasur.. belum lagi bercampur sama gaya badminton…

Akhirnya diputuskan: untuk Agustus ini, kita cuman jadi pemandu sorak-sorai saja, tidak diterjunkan sebagai pemain andalan.
Meski bada pegel-pegel…tetep semangat. Karena berkat tenis, saya bisa olahraga secara teratur lagi 🙂
Semoga tetap bugar dan sehat…

Tidak Dikategorikan