Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2017

Syukur hari ini

Alhamdulillah, hari ini bisa makan bakwan jagung dan empal geprek tanpa bersusah payah memasaknya karena ada Nanda yang berbaikhati berbagi masakannya. Enaaak rasanya berasa di Bandung 😀

Alhamdulillah hari ini, untuk langit cerah penuh awan. Kalau balik ke Jakarta bakalan kangen sama biru langitnya.

Alhamdulillah untuk senja yang indah dan hujan yang menyejukkan.

Alhamdulillah untuk seorang sahabat yang menghubungi tiba-tiba karena katanya keingetan terus padahal sedang mudik di kampung suaminya T__T selalu saja saya membuat orang lain khawatir *sighn

Semoga kita semua, termasuk kedalam golongan hambaNYA yang bersyukur. 

Read Full Post »

Open House dapur Allmandring

“Akhirnyaaa, merasakan lontong jugaaa”

Dicrop dari insta story-nya temen

Alhamdulillah banget kemarin memasak lontong berlebih, jadi  bisa mengundang temen-temen yang ga bisa datang pas open house Idul Fitri karena ada excursion atau kepentingan yang lain. Dan pada belum nyicipin hidangan khas lebaran.

Buat temen lontong, bikin sayur godog khas betawi dimana pepaya mudanya diganti dengan kohlrabi, ga ada kacang panjang di semua toko Asia jadi diskip, tak lupa ebi dan ditambah ayam potong dadu biar rame =D Kata temen rasa Kohlarbi ini mirip bangeet sama manisan, kalau kata saya mirip waluh sih 😅

Awalnya bikin kepedesan, tambah air sampai mentok, terus rebus dengan api kecil, air berkurang, tambah air lagi sampai kepedasan berkurang. Kalau bikin buat sendiri sih, ga masalah sepedes apapun. Karena masakin buat orang lain,  kalau sakit perut kan kasiaan. Terus masak tahu goreng cuman buat penggembira. Tadinya mau ditambah perkedel, tapi waktu ga memungkinkan karena orang2 yang diundang sudah berdatangan 😅

Oyah, temen tanya, pake bumbu apa aja di sayuran ini: pake bawang schalotten, paprika yang kaya cabe satu buah, cabe rawit tiga buah, bawang putih tiga buah, kemiri tiga buah, serbuk kunyit, serbuk ketumbar, serbuk lada, garam dan gula pasir, sereh satu batang digeprek. Yang bikin gurih itu ebi sih. Ebi ga pernah salah emang.

Memang menunya ga semenarik dan se-wah open house kemarin sih tapi lumayaan laaah buat sekedar ‘setidaknya’ nyicip lontong 😀

Tapi ternyataaaa, ini sih menu istimewa!!! Ga nyangka ternyataaa Nanda bikin ayam goreng suwir. Terus ada kerupuk jugaaa dari Sigit yang ternyata ditugasi Nanda untuk menggoreng kerupuk. Terus ada serundeng daging yang dibikin ibunya Firda yang khusus diimpor dari Indonesia.

Alhamdulillaaaah ^^
Padahal niatannya tadi makan lonyong sayur ala-ala, eh, malah banyaak temennyaaa 😊

Alhamdulillah nambah berkalikali,
Happy tummy , happy soul

Read Full Post »

Berlebaran di Stuttgart (2)

dimulai dari sebuah pesan, 

winda, when do you finish ramadan?…  i want to celebrate hari raya adilfitri with you and also your friends…..

Pesan ini, saya dapatkan dari sahabat saya dari Singapura yang Non muslim dan bisa dikatakan tidak beragama. 

Tentu saja ya. Saya mau, memenuhi undangannya. Saya mengajak satu sahabat yang muslim dari Indonesia dan satu sahabat saya dari Jerman. Kami berangkat ke rumah sahabat saya yang dari Singapore, ketika sampai di rumahnya, saya dipeluknya seraya diberikan ucapan “selamat hari raya Idul Fitri” dengan terbata-bata. Rasanya haruu T__T dan tersentuh dengan kebaikannya.

Sambil menantikan pacarnya sahabat yang mengundang dan temannya pacarnya yang samasama dari jerman, kami membuat sambal dan menyimak cerita liburannya. Dan ketika pacarnya dan teman pacarnya datang, merekapun mengucapkan selamat idul fitri. huhuuuu… Harusnya saya yang mengundang mereka, tapi saya malah yang diundang padahal mereka ga merayakan sama sekali. Mereka tidak (atau belum) tertarik dengan Islam, hanya saja memang sahabat saya itu supeeeeer baiknyaaa… Dan kami juga pas makan, ga melulu berbincang tentang agama. Lebih kepada makanan, pengalaman liburan pacarnya temen di Indonesia, dan suasana kerja di Jerman.

Tak ingin datang dengan tangan hampa, sebelumnya saya memasak goreng ayam penyet, dan tempe kering juga merendam tahu dalam kunyit, bawang putih dan garam untuk digoreng beberapa saat sebelum disantap sehingga masih terasa hangatnya.

Saya juga melebihkan membuat lontong untuk dibawa, tapi sahabat yang mengundang membuat nasi lemak sehingga saya mengurungkan diri untuk membawa lotong kari dan mengganti menu yang sesuai dengan nasi lemak. Dan pacarnya sahabat yang mengundang membuatkan Pie strawberry, yang strawberrynya dipetik langsung dari ladangnya. Rasa strawberrynya benar-benar maniis, rasa pienyaa enaaak.

Jadi agenda di hari raya id ini, seharian padaaaat sekali, dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam. Saya sampai tidak bisa meluangkan waktu buat video called dengan keluarga 😦 sampai h+1 badan masih berasa ringsek, tapi semuanya harus sudah mulai berjalan kembali normal. 

Semoga berjumpa kembali dengan ramadhan tahun bepan dan hari raya id yang jauuuuh lebih indah =) 

Read Full Post »

Berlebaran di Stuttgart (1)

Zombie! Zombie!

Kami bergerak dini hari setelah terlelap tidur satudua jam saja untuk menuju sholat Idulfitri. Berbeda dari tahun lalu, kami bergabung sholat Idul fitri di sebuah mesjid Arab yang menjadi tempat I’tikaf sementara tahun ini, pengajian Stuttgart menyelenggarakan sholat Idul fitri sendiri di sebuah kediaman warga Stuttgart. Meskipun tempatnya satu jam perjalannya, tapi karena jadwal bis di hari minggu setiap dua jam sekali mengharuskan kami berangkat pagi-pagi sekali. Selain itu tahun lalu, sempat harap-harap cemas menantikan pengumuman waktu hari rayanya meski kbri sudah mengumumkan hari raya Idul Fitri jauh-jauh hari, tapi karena mengekor pada mesjid arab di Stuttgart kita ikut menantikan-nantikan hilal, karena diselenggarakan mandiri kita sekarang bisa menginduk ke kbri. 

Alhamdulillahnya, Idul fitri tahun ini, dirayakan di hari minggu yang officially hari libur =D jadinya suasana Idul fitri lebih berasa.

Selain sholat dengan khutbah memakai bahasa sendiri, terdapat berbagai masakan khas Indonesia tersedia plus berbagai penganan khas (ada dodol, gorengan tempe, getuk, dll). Bertemu dengan teman-teman dan keluarga Indonesia di Jerman juga menjadi pelipur lara karena tidak bisa merayakan Idul fitri di Indonesia.

Sebelum acara Idul Fitri, sebenarnya pengajian Stuttgart mengadakan malam takbiran juga di tempat yang sama. Kami jadi zombie bukan karena ikutan takbiran, meski beberapa pemuda yang ikut takbiran sama sekali ga tidur. Tapiii kami, para pemudi yang tinggal di asrama ditugaskan membuat lontong, dengan pertimbangan memasak lontong perlu waktu lama dan listrik di asrama gratis. Maka saya baru selesai melaksanakan tugas sekitar setengah 3 dini hari dan harus bangun pukul 4 untuk sholat subuh dan bersiap ke tempat sholat id. 

Disini, ga ada yang nanya kapan, tapiii… Gimana studinya =D dan berapa lama lagi lulusnyaa, hahaaa

Beberapa foto yang bisa menggambarkan suasana berlebaran di Stuttgart 🙂


Read Full Post »

Meugang

Meugang merupakan budaya dari Aceh untuk memasak dan menyantap makanan berbahan dasar daging sehari sebelum Ramadhan dan sehari sebelum Idul fitri bersama keluarga.
Untuk menutup Ramadhan kali ini, saya bergabung dengan  teman-teman dari Aceh untuk mencicip hidangan khasnya. Ada nasi yang ditanak dengan bumbu kapulaga, cengkeh, alanis star, salam, sereh, santan dan diberi garam. Ada ayam goreng dan sambel juga daging rendang aceh =D oh sama sayur sop seafood.

Menu untuk berenam, porsi satu kampung

Sebenernya ada dua undangan berbuka. Cowo2 ngundang buat buka dan mereka yang masakin dengan tema masakan Padang. Cewe2nya tinggal dateng aja. Tawaran yang menarik sih. Apalagi dikirimin foto hasil masakan mereka; rendang Padang, ikan balado, sayur sop, bakwan dan kolak. Kerja keras banget mereka, masak dari jam 2 siang. Tapi karena udah terlajur janjian mau ikutan meugang, jadi ga bisa nyicipin masakan mereka yang keliatan enaak sih.

Hasil masakan cowo2

Satu lagi undangan dari keluarga Indonesia yang tempatnya akan dijadikan tempat sholat Id dan open house besok. Selain buka bareng ada acara takbiran juga. Cumannya tempatnya jauh bangeet .____. Mana kita masih ada PR buat bikin lontong yang belum dikerjain. 

Menjelang lebaran, latihan menjadi Ibu2 untuk memasak hidangan khas lebaran, hahaa…meski ga ada ketupat, lontongpun bolehlaaah.

Yang patut disyukuri, punya sahabat-sahabat yang jadi seperti keluarga sendiri sehingga dapat mengurangi kesedihan karena tidak bisa berkumpul bersama keluarga.

Read Full Post »

Older Posts »